KemenPPPA: Jangan Ada Warung dan Iklan Rokok di Sekitar Sekolah

Kampanye yang dilakukan oleh Lentera Anak dengan menggandeng beberapa organisasi, terus melakukan kampanye bahaya rokok dengan menargetkan sejuta puntung rokok yang dikumpulkan dari beberapa wilayah di tanah air.

AKURATNEWS - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meminta agar di sekitar satuan pendidikan, tidak ada warung yang menjual rokok dan iklan rokok di sepanjang jalur menuju sekolah untuk mencegah perokok anak.

"Ini juga salah satu bagaimana mengimplementasikan sekolah atau satuan pendidikan ini menjadi kawasan tanpa rokok, termasuk berperan serta dalam mencegah itu, di sekitar satuan pendidikan ini tidak ada warung yang menjual rokok dan tidak ada iklan-iklan di sepanjang jalur anak menuju ke sekolah," kata Perencana Ahli Madya pada Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan dan Pendidikan, KPPPA RI, Anggin Nuzula Rahma.

Anggin menjadi salah satu pembicara dalam webinar Hari Anak Nasional 2022 bertajuk "Masihkah Pemerintah Berkomitmen Menurunkan Prevalensi Perokok Anak untuk Mencapai Target RPJMN 2020-2024?", yang diadakan Yayasan Lentera Anak, di Jakarta, Kamis 28 Juli 2022.

Ia juga meminta pemerintah daerah memberlakukan pelarangan iklan rokok dan memperluas kawasan tanpa rokok (KTR) serta meminta para orang tua memberikan contoh perilaku yang baik kepada anak dengan tidak merokok di lingkungan keluarga.

"Bagaimana orang tua mencontohkan perilaku yang baik pada anak, khususnya mencegah mereka dari pengaruh-pengaruh atau dari terpaan asap rokok, pengaruh rokok yang ada di lingkungan sekitar mereka," katanya.

Anggin mengatakan upaya untuk mencegah anak mendapatkan informasi yang tidak layak butuh upaya bersama dari berbagai pihak seperti pemerintah, dunia usaha dan media massa.

Selain itu, ia juga menjelaskan pihaknya menerima aspirasi dari Forum Anak agar pemerintah dan masyarakat tidak hanya mengatur iklan rokok, namun juga menyediakan rehabilitasi khusus bagi anak yang sudah terlanjur merokok.

"Mereka ini menyampaikan suara anak Indonesia 2022 dan salah satu poinnya adalah memohon kepada pemerintah dan masyarakat untuk mengoptimalkan pengawasan distribusi iklan, promosi dan sponsor rokok serta melakukan rehabilitasi khusus bagi perokok anak," tegasnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga