Kepala Kanwil Kemenag DKI: ASN di Lingkungan Kemenag Harus Jaga Sikap dan Prilaku

ASN di lingkungan Kanwil Kemenag adalah sebagai unsur utama Sumber Daya Manusia (SDM) yang berperan dan menentukan keberhasilan pemerintah dalam menjalankan roda pembangunan.

Jakarta, Akuratnews.com - Kepala Kanwil Kemenag DKI Saeful Mujab mengungkapkan bahwa jajaran ASN di lingkungan Kanwil Kemenag DKI Jakarta merupakan unsur utama Sumber Daya Manusia (SDM) dan memiliki peranan penting dalam menentukan keberhasilan pemerintah menjalankan roda pembangunan.

Untuk itu, Saeful mengharapkan ASN di lingkungan Kanwil Kemenag DKI harus memegang teguh dan memiliki nilai-nilai bahwa dalam bekerja sebagai ASN Kemenag, harus bisa menginternalisasi 5 budaya kerja antara lain yakni, Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggungjawab dan Keteladanan.

Dia menambahkan, kompetensi yang diindikasikan dari sikap disiplin yang tinggi, kinerja yang baik serta sikap dan perilakunya yang penuh dengan kesetiaan dan ketaatan kepada negara dan juga sadar akan tanggung jawabnya sebagai pelayan publik.

"ASN harus mematuhi aturan dan Undang-Undang. Sudah seharusnya ASN menjadi teladan bagi masyarakat. ASN di Kemenag juga harus menjaga dan tanggung jawab pada pekerjaannya sehingga dapat menjaga marwah dan wibawa Kemenag itu sendiri. Karena sehebat apapun Kepala Kanwil Kemenag menjaga nama baik Kemenag, kalau tidak diikuti oleh jajaran di bawahnya merupakan sesuatu yang sia-sia saja." ujar Saeful.

Saeful Mujab juga selalu mengingatkan akan pentingnya pengimplementasian disiplin kerja serta menjaga perilaku ASN agar dapat mencapai visi Kemenag.

Selain itu Saeful mengingatkan pentingnya PNS selalu menjaga netralitasnya dalam pandangan politik.

ASN di Kanwil kemenag diminta menjalankan fungsinya sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Hal tersebut sudah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN.

Menanggapi isu yang berkembang di media sosial adanya oknum guru di DKI yang memposting berita soal demo banjir, sudah dilakukan pemeriksaan akan dilakukan sanksi apabila memang terbukti.

Saeful Mujab juga mendukung program pemerintah dalan memerangi penyebaran hoax.

"Kita tegas. Artinya ini yang sedang di lakukan sebagai langkah penegakan disiplin dan diharapkan akan menimbulkan "warning" kepada ASN lainnya agar selalu bersikap bijak dan ke depannya Kanwil Kemenag akan terus memberikan himbauan kepada jajaran di bawahnya agar dapat bijak dalam melakukan aktifitas media sosial, karena dengan adanya penyebaran berita yang kontroversi akan merugikan institusi itu sendiri." tegasnya.

Berikut ini 6 bentuk aktivitas ujaran kebencian yang masuk dalam kategori pelanggaran disiplin ASN:

1. Menyampaikan pendapat baik lisan maupun tertulis lewat media sosial yang bermuatan ujaran kebencian terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah;

2. Menyampaikan pendapat baik lisan maupun tertulis lewat media sosial yang mengandung ujaran kebencian terhadap salah satu suku, agama, ras, dan antargolongan;

3. Menyebarluaskan pendapat yang bermuatan ujaran kebencian (pada poin 1 dan 2) melalui media sosial (share, broadcast, upload, retweet, repost instagram dan sejenisnya);

4. Mengadakan kegiatan yang mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi, dan membenci Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah;

5. Mengikuti atau menghadiri kegiatan yang mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi, dan membenci Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah;

6. Menanggapi atau mendukung sebagai tanda setuju pendapat sebagaimana pada poin 1 dan 2 dengan memberikan likes, dislike, love, retweet, atau comment di media sosial.

Penulis: Alamsyah

Baca Juga