Ketua Umum RKIH Minta Semua Pendukung Pasangan Calon Gubernur DKI Menjaga Kerukunan Bangsa

Ketua Umum RKIH, Kris Budihardjo

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Umum Rumah Kreasi Indonesia hebat (RKIH) Kris Budihardjo mengatakan, bahwa Pilkada disamakan dengan pilpres baik pendukung maupun suasananya khususnya di DKI adalah kekeliruan.

Kris menyebutkan, pendukung Jokowi pada pilkada 2012 tidak semuanya mendukungnya tatkala pilpres 2014, bahkan dalam pilpres, relawan Jokowi banyak muncul sebagian yang menolaknya di pilgub, banyak yang punya kedudukan dan disatu sisi pendukung pada pilgub dan pilpres banyak tak menempati posisi apapun pasca pilpres, demikian halnya pada pilkada DKI.

"Saat ini relawan Jokowi tak semua pendukung Ahok djarot, contohnya juru bicara Jokowi-JK Anis Bawesdan malah mencalonkan diri dengan dukungan Prabowo lawan Jokowi pada saat pilpres," kata Kris kepada Akuratnews.com, Senin (6/2/17).

Namun demikian, halnya AHOK bukan pendukung Jokowi pada pilpres tahun 2014, tetapi diusung PDI perjuangan pada pilkada 2017, pada pilpres 2019.

"Nanti, bisa jadi Ahok malah menjadi lawan jokowi bila menang pada pilkada DKI, seperti Jokowi melawan Prabowo yg mendukung dan mengusungnya pada pilkada DKI 2012," jelasnya.

Menurutnya, itulah politik tak ada yang dapat memperidiksi dangan pasti. Pendukung Anis dan Agus sangat mungkin adalah pendukungnya pak Jokowi pada pilpres 2019. Begitu sebaliknya pendukung Ahok -Djarot sebagian belum tentu medukung pak Jokowi dalam pilpres 2019 nanti.

"Maka janganlah kita tebar benci apalagi diantar kita warga Indonesia, beda pilihan hal biasa beda pilihan di pilgub bisa sama di pilpres, yang pasti pendukung mestinya saling bergembira tidak akan menjadi apa-apa tatkala pilkada dan pilpres sudah usai ," paparnya.

Dia mengungkapkan, yang saat ini dibutuhkan perdamaian dan kerukunan bangsa Indonesa untuk menggapai Indonesia Raya, Indonesia Jaya, dan Indonesia Hebat. (Ahyar)

Penulis:

Baca Juga