KAMI gerakan politik tokoh yang sakit hati

Koperkesmatim Tolak Deklarasi KAMI di Jatim

Agustinus Soares

Surabaya, Akuratnews.com - Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Jatim yang digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jl Mayjen Sungkono, Surabaya, Selasa (18/8/2020) lalu, mendapat penolakan dari berbagai elemen Masyarakat.

Penolakan tersebut juga dilontarkan oleh Komunitas Persaudaraan Kesejahteraan Masyarakat Eks Provinsi Timor-Timor (Koperkesmatim). Mereka menilai KAMI merupakan gerakan politik oleh sejumlah tokoh yang sakit hati.

Sekjen Koperkesmatim, Agustinus Soares menegaskan, pihaknya menolak keras keberadaan Koalisi Aksi Masayarakat Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Jawa Timur, yang melakukan tuduhan kondisi Negara.

"Tokoh yang tergabung di KAMI, selalu melakukan tuduhan tuduhan terhadap kondisi Indonesia saat ini. Itu merupakan upaya mengakumulasi gerakan politik tokoh tokoh yang tidak mendapat kekuasaan," Terang Agustinus Soares, Rabu (9/9/20)

Agustinus Soares menjelaskan lebih lanjut, Gerakan moral yang di gaungkan KAMI dengan manipulasi pandangan masyarakat terhadap kebebasan bangsa Indonesia di HUT ke 75.

"Ini adalah gerakan Politik. Dan tokoh tokoh yang tergabung dalam KAMI merupakan orang yang haus akan kekuasaan dan membungkusnya dengan gerakan moral," tambahnya.

Mantan Panglima TNI Jendral (Purn) Gatot Nurmantyo dan Din Syamsudin yang saat ini tidak memiliki satu jabatan di pemerintahan, menjadi pelopor dalam gerakan tersebut.

"Ya, kita semua tahulah siapa saja tokoh yang tergabung dalam KAMI itu, mereka Tokoh yang tidak kebagian Kue dan haus akan kekuasaan." pungkasnya.

Penulis: Hendrik

Baca Juga