Kopi Manggarai Harus Menjadi Komoditas Unggulan Bagi Petani

Julie Sutrisno Laiskodat bersama Ketua Dekranasda Manggarai Timur Theresia Wisang Agas melakukan giat tanam kopi secara simbolis di lahan pertanian LPUT milik Keuskupan Ruteng, berlokasi di Mano, Kelurahan Mandosawu, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Minggu, 28 November 2021. || dok. Akuratnews//Yohanes Marto.

Kopi Manggarai harus menjadi salah satu komoditas unggulan untuk menopang dan mendukung program Gubernur NTT mengharumkan pariwisata Labuan Bajo.

AKURATNEWS - Anggota DPR-RI Komisi IV, Julie Sutrisno Laiskodat minta para petani di Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur perlu meningkatkan produksi kopi Manggarai sehingga brand kopi menjadi produk ekonom unggulan di wilayah tersebut.

Hal itu disampaikan Julie Laiskodat dalam sambutan pada acara Bimbingan Teknis Peningkatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Kopi, di Hotel Green Prundi Labuan Bajo, Jumat (4/3/2022).

"Kami terus mensupport agar petani kopi Manggarai terus bersemangat meningkatkan produksi dan produktivitas, agar semakin sejahtera dari hasil komoditi kopi. Dan kedepan kopi Manggarai semakin terkenal dan menang di mata dunia,” ungkap Julie Laiskodat.

Istri Gubernur NTT itu mengungkapkan, kopi Manggarai sudah sangat terkenal hingga ke pelosok dunia. Meskipun begitu, menurut Dia, produksi kopi Manggarai ternyata tidak seharum aromanya yang mendunia.

Ia menjelaskan bahwa dalam kurun waktu terakhir produksi maupun mutu kopi telah mengalami penurunan. Untuk mengatasi hal itu, kata Julie, para petani harus lebih produktif demi kesejahteraan masyarakat petani itu sendiri.

Karena itu, dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR-RI juga Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Julie Laiskodat berkomitmen mendukung penuh pengembangan kopi di wilayah Manggarai Raya.

Ia juga berharap agar tetap kopi menjadi sumber pendapatan unggulan masyarakat di Manggarai. "Selama ini, perkebunan kopi milik masyarakat hanya dijadikan usaha sampingan dan tidak memberi nilai tambah bagi pendapatan ekonomi petani,"

Ketua Dekranasda NTT menegaskan, kopi Manggarai harus menjadi salah satu komoditas unggulan untuk menopang dan mendukung program Gubernur NTT mengharumkan pariwisata Labuan Bajo.

“Jangan lagi di datangkan kopi dari luar, kita rajanya penghasil kopi. Suguhkan kopi asli manggarai kepada wisatawan yang mengunjungi Labuan Bajo," beber Julie.

Guna mewujudkan harapan itu, pihaknya bersinergi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) agar selalu memberikan dan membina para petani kopi kopi di wilayah Manggarai Raya.

Para petani kopi diberi pembinaan tentang bagaimana membuat kemasan kopi yang menarik, bagaimana teknik pemasaran, peremajaan kopi dan pembinaan lainnya, sehingga pada saatnya kopi Manggarai memenuhi Standar Pasar.

“Tolong bina dan dampingi kami Pak Menteri supaya petani ini bisa eksis,” pinta Julie Laiskodat.

Julie Laiskodat juga berjanji akan terus bekerjasama dengan para pihak diantaranya dengan Keuskupan Ruteng dan puluhan Petani Kopi di Manggarai Raya untuk pengembangan edu-ekowisata yang mana prosesnya dari hulu sampai hilir.

"Dimana kopi akan dikembangkan dan bernilai pariwisata. Upaya ini dilakukan supaya Kopi Manggarai dijadikan Kopi Agrowisata,"ujar Julie Laiskodat.***

Penulis:

Baca Juga