Menata Sidoarjo Lebih Baik

Mas Kelana Berupaya Benahi Pasar dan Perhatikan Nasib Pedagang Kecil

Sidoarjo, Akuratnews.com - Kondisi pasar di sejumlah lokasi di Kabupaten Sidoarjo terlihat tak tertata rapi dan bersih, terkesan semrawut dan kumuh. Padahal, beberapa pasar itu belum lama dilakukan pemugaran. Namun, suasananya tak jauh beda dengan sebelumnya.

Terlebih, keberadaan pasar seusai pemugaran itu, tampak tidak semua pedagang lama tertampung, karena biaya sewa tempat dinilai memberatkan mereka. Sehingga, mereka terpaksa berjualan di luar kawasan pasar. Bahkan, ada pula, yang menggelar dagangannya di badan jalan.

Kemudian, munculnya pasar krempyeng di pertigaan ruas jalan kampung, selain mengakibatkan kemacetan, juga membuat lingkungan setempat menjadi kotor, berbau dan kurang sedap dipandang mata.

Melihat keadaan pasar, terutama nasib para pedagang lama tak dapat menempat lagi usai pasar dipugar itu, mengundang keprihatinan bakal calon Bupati Sidoarjo 2021-2026 dari PDI-P dan PAN, H. Kelana Aprilianto, akrab disapa Mas Kelana ini.

"Tentu saya merasa prihatin, karena Sidoarjo ini dikenal daerah yang memiliki pendapatan cukup besar, masa' sekedar mengelola pasar tidak mampu. Toh, hasil pendapatan asli daerah juga diperoleh dari pasar. Begitu pula, nasib pedagang kecil, musti lebih diperhatikan," ujarnya.

Nah, apa dan bagaimana pemikiran Mas Kelana terkait kondisi pasar dan nasib pedagang kecil? Akuratnews.com menguraikannya sekilas pemikiran itu dalam tulisan seri ke-29 ini.

Mas kelana mengemukakan, sebenarnya pasar itu tak beda dengan pusat perbelanjaan berupa mal. Baik pengunjung maupun pedagang ingin merasakan kenyamanan dalam melakukan transaksi jual-beli.

Oleh karena itu, kelak masyarakat Sidoarjo menaruh kepercayaan kepadanya, untuk mengemban amanah sebagai bupati, guna menata Sidoarjo lima tahun ke depan menjadi lebih baik, dia berupaya membenahi semua pasar dan mengelolanya sedemikian rupa, agar pengunjung dan pedagang terasa nyaman, serta memberikan perhatian serius terhadap pedagang kecil.

"Kita perlu belajar dari Surabaya. Kondisi bangunan pasar yang tadinya semrawut dan kumuh, disulap menyerupai bangunan mal. Ya, berubah jadi bersih dan rapi. Di tempat ini, bukan hanya pedagang besar, tapi pedagang kecil pun ada. Artinya, tak ada pedagang yang berada di luar kawasan pasar. Benar-benar tertata rapi. Itu, harapan saya nanti," ungkapnya.

Bagi para pedagang kecil, sambung Mas Kelana, agar lebih berkembang, dia bakal membantu kemudahan untuk mendapatkan suntikan modal, serta membentuk koperasi khusus mereka.

"Lalu, soal pasar krempyeng, saya akan berkomunikasi dan menjalin kerja sama dengan pihak desa untuk mencari lokasi strategis, sekaligus memfasilitasi pembangunan pasar krempyeng yang layak," pungkasnya. (Bersambung)

Baca Juga