Demonstrasi Forum Mahasiswa dan Pemuda Kota

Minta Jokowi Turun, Mahasiswa Ancam Jangan Sampai Terjadi Reformasi Jilid II

Jakarta, Akuratnews.com - Reformasi jilid I menjadi catatan sejarah bangsa terkait dengan lengsernya Presiden Indonesia atas desakan mahasiswa dan masyarakat yang menduduki Gedung MPR-DPR pada tahun 1998. Sejarah itu juga menjadi catatan khusus munculnya istilah 'parlemen jalanan' yang berhasil menggusur rezim penguasa.

Kini suara 'reformasi' kembali disuarakan sekelompok Mahasiswa yang menggelar demonstrasi di seberang Istana Negara, Jakarta Pusat pada Jumat (5/7/2019) kemarin. Mereka menamakan diri Forum Mahasiswa dan Pemuda Kota se-Indonesia.

Jenderal Lapangan Forum Mahasiswa dan Pemuda Kota, Irfan Maftuh, mengatakan, ada tiga tuntutan rakyat atau Tritura yang diusung pihaknya dalam unjuk rasa. Tritura itu adalah "Dolar naik, Jokowi turun; turunkan harga bahan pokok; dan hentikan kriminalisasi aktivis dan ulama".

Forum Mahasiswa dan Pemuda Kota menegaskan tidak stabilnya nilai tukar rupiah adalah salah satu problem bangsa pada saat sekarang.

Kepada situs berita nasional, mahasiswa menghendaki agar Jokowi segera menstabilkan nilai tukar rupiah dan turunkan harga bahan pokok yang semakin mahal, dinilai telah mencekik rakyat.

"Masyarakat Indonesia sudah menjerit karena mahalnya harga bahan pokok," Kata Irfan Maftuh seperti dikutip situs nasional. Mahasiswa meminta Jokowi untuk tidak lagi bermimpi melanjutkan periode kedua kekuasaannya.

"Negara ini terlalu besar untuk dipimpin Jokowi. Empat tahun pimpin Indonesia saja tidak baik, apalagi untuk dua periode?" sindir Irfan. Intinya, bila Jokowi tak mampu menyelesaikan masalah-masalah krusial bangsa dalam waktu cepat, lebih baik ia mengundurkan diri dari jabatan Presiden RI.

"Silakan Jokowi turun, jangan sampai mahasiswa marah, jangan sampai terjadi gerakan reformasi jilid II. Kami lebih baik mengorbankan Jokowi daripada terjadi lagi gerakan massa reformasi jilid II," Tandasnya. **

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga