Mudik Corona, Puluhan Warga NTT Tak Mau Luntang Lantung di Sape

Manggarai Timur, Akuratnews.com - Beredar di medsos tayangan video berdurasi 03 menit 17 detik memperlihatkan puluhan warga Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) tertahan di Pelabuhan Sape provinsi Nusa Tenggara Barat ( NTB ).

Diketahui, puluhan warga NTT itu datang dari Bali dalam pelayaran mudik menuju Labuan Bajo, melewati selat Sape.

Dalam video itu, seorang perwakilan yang bernama Yodi, menjelaskan bahwa saat ini mereka sedang berada di Pelabuhan Sape dan tidak bisa melanjutkan penyeberangan menuju Labuan Bajo.

Yodi mengungkapkan bahwa ketika mereka berangkat dari Bali, semuanya dalam Kondisi bak-baik saja. Mereka juga mengantongi surat keterangan kesehatan yang menjelaskan mereka tidak tertular COVID-19.

“Waktu kami berangkat dari Bali melewati dua kali penyeberangan kami dikasih surat, keadaan kami dalam keadaan baik-baik saja. Dalam artian kami yang berkumpul di sini dalam keadaan negatif covid 19, kata Yodi Rabu (15/4/2020).

Ketika tiba di Pelabuhan Sape, mereka dikagetkan dengan keputusan Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur terkait larangan kapal penumpang untuk berlabuh di seluruh wilayah perairan NTT.

“Yang menjadi pertimbangan kami sekarang kami sudah berada di Sape Nusa tenggara Barat, semuanya datang dari Bali menuju ke beberapa daerah di kepulauan Flores,” ungkap Yodi.

Kembali ke Bali dalam situasi darurat COVID-19 adala pilihan yang tidak memungkinkan bagi mereka, " Mengingat di Bali sudah sangat terkait antisipasi penyebaran covid-19 ini. Karena di sana kemungkinan kami untuk diterima sudah tidak bisa karena terhalang identtas kami bukan warga di sana,” ungka Yudi.

Karena itu, Yudi meminta kebijakan Bupati Manggarai Barat agar mengijinkan Mereka melanjutkan pelayaran menuju Labuan Bajo.

“Maka dari kesempatan ini saya mohon sekali untuk bapak Bupati Manggarai Barat, ijinkan kami yang sudah terlanjur berada di tempat ini untuk bisa nyebrang besok pagi ke Labuan Bajo," pintahnya.

"Mohon dengan hormat juga kepada pemerintah terkait untuk mengambil kebijakan yang menguntungakan semua masyarakat tanpa harus ada pihak lain yang menjadi korban seperti kami ini,” kata Yodi.

Mengantisipasi kemungkinan terburuk di tengah wabah COVID-19, Yudi menjelaskan bahwa Mereka tidak ingin ada penolakan dari warga setempat jika sampai beberapa hari ke depan mereka tetap berada di Sape.

“Kami tidak mau luntang-antung di sini tanpa ada kepastian yang jelas. Takutnya dalam waktu beberapa hari ke depan ada penolakan dari warga di sini,” tutupnya

Penulis: Yohanes Marto

Baca Juga