Mulyanto: BUMN Energi Jangan Hanya Mengejar Profit

Wakil Ketua FPKS DPR-RI Dr. H. Mulyanto M. Eng
Wakil Ketua FPKS DPR-RI Dr. H. Mulyanto M. Eng

AKURATNEWS - Menanggapi arahan Presiden Joko Widodo kepada Menteri BUMN Erick Thohir, agar jangan terlalu memanjakan BUMN dengan penyertaan modal negara (PMN), anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menilai, bahwa arahan tersebut masih bersifat normatif.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo harusnya dapat langsung memberikan penilaian, evaluasi sekaligus perintah kepada Menteri BUMN, agar dapat memperbaiki kinerja perusahaan-perusahaan milik negara itu.

Mulyanto menambahkan Presiden perlu mengingatkan menteri dan pimpinan BUMN, khususnya BUMN energi, agar menghayati perannya dalam melayani masyarakat. Jangan sekedar mengejar profit dan go global, namun menghindar atas penugasan melayani kebutuhan publik.

"Negara hadir melalui instrumen BUMN adalah untuk memberikan pelayanan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Bukan untuk mencari untung. Negara tidak berbisnis dengan rakyatnya" ucap Mulyanto.

"BUMN adalah kepanjangan tangan negara untuk melayani rakyat, khususnya pada cabang-cabang usaha yang strategis (public goods). Jangan sampai pelayanan masyarakat ini di nomorduakan demi mengejar untung," tegas Mulyanto.

Menurut Wakil Ketua FPKS Bidang Industri dan Pembangunan ini, BUMN memang harus bekerja untuk mendapatkan untung namun jangan mengorbankan pelayanan masyarakat. Pelayanan masyarakat tetap menjadi tugas yang utama.

"Pertamina misalnya memiliki tugas mendistribusikan BBM agar kebutuhan energi masyarakat terpenuhi. Ini adalah amanat bagi ketahanan energi nasional. Jangan sampai karena mengejar untung, distribusi BBM jenis Premium ditahan-tahan" tambahnya.

Dilaporkan banyak daerah sulit mendapatkan Premium.

Bukan hanya di Jawa dan Bali, bahkan Sumatera dan pulau-pulau besar lainnya melaporkan sudah lama kesulitan mendapatkan BBM jenis premium ini.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Susilo

Baca Juga