Aceh

Pelabuhan Kuala Langsa Resmi Ditetapkan Sebagai Pelabuhan Ekspor Impor

Walikota Langsa Tengku Usman Abdullah,SE di dampinggi Menteri Agraria Sofyan Djalil dan Ketua DPR Aceh Muhammad Sulaiman memotong Pita tanda peresmian Pelabuhan Kuala Langsa/ Foto: Ramzah

Langsa, Akuratnews.com - Pelabuhan Kuala Langsa resmi ditetapkan sebagai pelabuhan ekspor impor sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 Tahun 2019, tentang perubahan ketujuh atas Permendag Nomor 87/M-DAG/PER/10/2015 tentang ketentuan impor produk tertentu.

Izin yang diberikan di Pelabuhan Kuala Langsa untuk sejumlah produk meliputi makanan dan minuman, elektronik, mainan anak-anak, dan alas kaki.

Hari ini, Sabtu (13/4/2019), Walikota Langsa Usman Abdullah SE memotong pita sekaligus menerima Surat Keputusan Permendag No: 24 Tahun 2019 di Pelabuhan Kuala Langsa, Gampong Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat.

Walikota juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang DR Sofyan Djalil didampingi Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator Kemaritiman Ir. Agung Kuswandono, MA.

“Saya dan masyarakat Langsa menitipkan salam dan ucapan terima kasih kepada Presiden Jokowi kata Toke Seuem kepada Menteri Sofyan Djalil.

Toke Seuem juga menyampaikan proses panjang perjuangan mengurus izin impor untuk Pelabuhan Kuala Langsa.

“Sudah 7 tahun memperjuangkan pelabuhan menjadi standar pelabuhan impor, banyak hal yang kita lakukan, dan alhamdulillah hari ini perjuangan kita membuahkan hasil,” kata Toke Seuem.

Walikota Langsa ini berharap dukungan dari semua pihak agar dapat melakukan sosialisasi pelabuhan tersebut, sehingga pelabuhan dapat segera beroperasi dan berkembang.

Sementara itu, Ir. Agung Kuswandono MA Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyatakan, pihaknya siap untuk menjadi Jembatan ke pemerintah pusat, agar Kota Langsa terus berkembang dan maju

“Kami di Kementerian Kemaritiman berusaha agar masyarakat di wilayah pesisir terus sejahtera,” imbuhnya.

Dikatakan, pelabuhan Kuala Langsa sudah dapat disebut sebagai pelabuhan internasional, karena impor dan ekspor usaha yang dilakukan berhubungan dengan pihak luar negeri.

Diakuinya, negara Indonesia sangat banyak produk hukum yang dikeluarkan untuk satu urusan, hal itu membuat Presiden Jokowi untuk memperkecil aturan dan birokrasi.

“Saya dulu membidangi izin impor, aturan itu cukup banyak, dari pusat sampai daerah semua punya produk hukum, setelah kita perbaiki dan singkronkan itu dapat kita perkecil,” tuturnya.

Agung meminta perhatian semua pihak agar pelabuhan ini tidak disalah gunakan untuk kegiatan yang illegal.

Menteri Agraria dan Tata Ruangan Sofyan A Djalil mengatakan, ia sudah banyak bertemu dengan Walikota, Bupati dan Gubernur di Indonesia, tapi sangat sedikit yang dikaguminya seperti halnya Walikota Langsa.

“Saya kagum dengan Walikota ini karena seorang visioner,” kata Sofyan Djalil.

Menurut Sofyan Djalil, ternyata masalahnya ada di bagian birokrasi, lalu diselidiki persoalannya ada di Kementerian Perdagangan.

Sofyan A Djalil mengucapkan selamat kepada Pemko Langsa karena Pemerintah Pusat telah menetapkan Pelabuhan Kuala Langsa menjadi pelabuhan internasional. Menurutnya, tahap pertama tentang izin pelabuhan telah selesai, namun ada tahapan berikutnya, pekerjaan lainnya yang harus diselesaikan.

Sofyan Djalil merupakan putra asal Alue Lhoek, Aceh Timur ini, berjanji akan terus membantu Pemerintah Kota Langsa agar Pelabuhan Kuala Langsa ini maju dan menjadi pelabuhan alternatif Pelabuhan Belawan, khususnya untuk produk impor maupun ekspor dari wilayah Aceh.

“Saya berjanji siap membantu memajukan pelabuhan Kuala Langsa ini dan menjadi alternatif pelabuhan Belawan. Semoga dengan terbitnya izin pelabuhan Kuala Langsa ini, ke depan Provinsi Aceh akan lebih baik lagi,” ujarnya.

Penyerahan dokumen turut disaksikan perwakilan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman yakni Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Ir Agung Kuswandono MA. Juga dihadiri Bupati Aceh Tamiang, H Mursil, Wakil Wali Kota Langsa, DR H Marzuki Hamid.

Tidak ketinggalan, Kapolres Langsa AKBP Andy Hermawan SIK MSc, Dandim 0104 Letkol Inf M Iqbal Lubis, Kajari Langsaz R Haikal SH MH. Kemudian, perwakilan para bupati dan wali kota se-Aceh, serta undangan lainnya.

Penulis: Ramzah
Editor: Redaksi
Photographer: Ramzah

Baca Juga