Pendukung Wahidin-Andika Diminta Tingkatkan Kemenangan

Kampanye Terbuka PilgubBanten

Banten, Akuratnews.com - Pendukung pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Banten, Wahidin Halim-Andika Hazrumy diminta untuk terus meningkatkan kemenangan menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten, 15 Februari mendatang. Semua anggota tim dan simpatisan diminta turun mengawal serta meningkatkan kemenangan yang diteropong melalui banyak survei.

Hal itu dikatakan Juru Bicara Wahidin-Andika, Jazuli Abdillah di Tangerang, Banten, “Di survei internal kami, pasangan Wahidin-Andika menang. Karena itu, semua pendukung Wahidin-Andika wajib mengawasi jangan sampai terjadi kecurangan. Terus turun dan menjaga TPS masing-masing dan raih simpati pemilih sebanyak mungkin,” ujarnya.

Jazuli menanggapi hasil survei Lembaga Survei Politik (LSP) yang dirilis beberapa waktu lalu. Hasil survei LSP menunjukkan, pasangan Wahidin-Andika meraih 39,5% suara sementara pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarif didukung 32,1% pemilih. Selisih kemenangan Wahidin-Andika atas lawannya adalah sebesar 7,40 %.

Syaf Zulkarnai dari LSP menyatakan, masih ada sisa suara sebanyak 28,4% yang menyatakan rahasia, tidak tahu, atau tidak menjawab. “Pada umumnya, sepuluh hari menjelang pemungutan suara sudah tidak mungkin mengubah pilihan. Sebanyak 61,4% pemilih menyatakan pilihannya sudah mantap, tidak akan berubah,” ujarnya.

Syaf menambahkan, peserta pilkada Banten hanya dua paslon, yakni petahana melawan penantang. Bagi pemilih yang tidak puas dengan kepemimpinan petahana, pilihannya tidak banyak, yakni antara memilih penantang atau golput. “Wahidin diuntungkan karena banyak responden ragu dengan kemampuan Rano memimpin Banten ke depan, belum lagi pendampingnya yang dianggap tidak memiliki pengalaman di pemerintahan,” ujar Syaf.

Survey LSP dilaksanakan pada 21 hingga 27 Januari 2017 dengan jumlah responden 800 orang. LSP mengklaim tingkat margin of error dalam survei mereka sebesar 3,6% pada tingkat kepercayaan 95%. Setiap responden ditemui pewawancara yang telah dilatih. Satu pewawancara bertugas untuk satu desa atau kelurahan terpilih dengan jumlah responden sebanyak 10 orang di setiap desanya.

LSP menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden terpilih di seluruh Banten sebanyak 800 orang. Perinciannya, di Kabupaten Serang sebanyak 110 orang, Kabupaten Pandeglang sebanyak 90 orang, Kabupaten Tangerang sebanyak 210 orang, Kota Cilegon 30 orang, Kota Serang 50 orang, Kabupaten Lebak sebanyak 90 orang, Kota Tangerang 120 orang, dan Kota Tangerang Selatan sebanyak 100 orang. (Naila)

Penulis:

Baca Juga