Peneliti: Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkembang Pesat di Barat

Jakarta, Akuratnews.com - Peneliti muda Ekonomi Syariah Universitas Gunadarma, M Rizky Rizaldy, mengatakan literasi Ekonomi dan keuangan syariah tidak hanya di negara mayoritas mulism, tapi telah berkembang ke negara-negara barat.

Menurut dosen muda ini, pada masa perkembangannya sejak 1960an, perbankan syariah di berbagai negara telah banyak bermunculan dan terus berkembang.

"Negara yang menggunakan ekonomi syariah dalam pengoperasian perbankannya sudah banyak sekali. Inggris, Jerman, Singapur dan masih banyak lagi di negara-negara Eropa dan Asia. Sampai 2019 aset perbankan syariah secara global meningkat cukup signifikan", terang lelaki yang biasa disapa Aldy ini, Jumat, (15/11/19).

Aldy melanjutkan, pangsa pasar perbankan syariah terbesar secara global adalah Malaysia, Bahrain, dan Arab Saudi. Atmosfir perkembangan ini mulai terasa pada tahun 2004.

"Perkembangan ini ditandai dengan berdirinya The Islamic Bank of Britain (IBB) secara resmi menjadi bank syariah pertama di Eropa, yang diikuti dengan prestasi gemilang perbankan syariah di negara tersebut. Ada sekitar 50 ribu nasabah pada tahun itu adalah bukti nyata respon positif masyarakat terhadap Ekonomi Syariah," jelas Ketua Majelis Pimpinan Pusat Korps Alumni KAFoSSEI ini.

Lebih lanjut Aldy mengatakan, kemajuan tersebut terlihat dari tingginya aset bank syariah di Inggris yang sudah mencapai US$ 18 miliar dan juga perbankan syariah di Inggris dijadikan sebagai tempat berinvestasi oleh kalangan umat Islam dari negara teluk yang kaya raya dengan prinsip syariah.

"Sehingga perbankan syariah di Inggris lebih dikenal dengan istilah investor banking dan banyak produk perbankan syariah di Inggris juga menawarkan produk investasi yang penggunaan dananya sesuai hukum Islam," ungkapnya.

Ia mengatakan, sebagai salah satu pusat bisnis dan keuangan terbesar di dunia, tak kurang dari 100 perusahaan besar dari 500 perusahaan besar Eropa berlokasi di Inggris. Melalui ibukotanya, London, Inggris merupakan tanah yang subur bagi perkembangan industri syariah.

"Ditandai dengan penobatan Inggris sebagai negara yang memiliki bank terbanyak bagi umat muslim dibanding negara Barat lainnya. Aset perbankan syariah di Inggris mencapai 18 miliar dolar AS (12 miliar poundsterling) dari total aset perbankan syariah global sebesar 778 miliar dolar AS (2014), melebihi aset perbankan syariah di negara lain, sepertinya Pakistan, Bangladesh, Turki, dan Mesir," imbuhnya.

Walaupun bukan berasal dari negara muslim, kata dia, Inggris merupakan negara termaju dalam menerapkan ekonomi syariah. Sejak awal perekonomian Inggris memang didasari kesejahteraan sosial yang dipadukan dengan pasar bebas. Alasan itulah yang membuat Inggris merasa cocok dengan sistem ekonomi syariah. Tidak ada satu pun sektor yang bisa menghindari krisis global, akan tetapi keuangan syariah menunjukan ketahanan yang sangat luar biasa.

"Hal ini memicu ketertarikan negara Barat lainnya terhadap konsep ekonomi Islam, seperti Perancis, Jerman, dan Italia yang pada akhirnya juga mengadopsi sistem ini," tandasnya.

Penulis: Redaksi
Editor:Redaksi

Baca Juga