Pindah ke Hindu, Sukmawati Soekarnoputri Jalani Sudhi Wadani

AKURATNEWS - Putri Proklamator RI Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri segera berpindah agama ke Hindu. Ia pun akan menjalani ritual pindah agama ke Hindu pada Selasa (26/10) di Bali. Ritual ini dikenal dengan nama upacara Sudhi Wadani.

Upacara Sudhi Wadani ini rencananya bakal digelar di Kawasan Sukarno Center Heritage di Bale Agung Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali.

Sudhi Wadani adalah upacara dalam Hindu untuk mengukuhkan atau pengesahan ucapan dan janji seseorang yang secara tulus dan hati suci menyatakan menganut agama Hindu dan disaksikan pihak-pihak terkait. Tak hanya sekadar ritual, Sudhi Wadani juga sekaligus wadah untuk penyucian diri.

Sudhi wadani berasal dari kata sudhi dan wadani. Sudhi dari bahasa Sansekerta yang berarti penyucian, persembahan, upacara pembersihan atau penyucian. Kata yang sepadan dengan sudhi adalah suddha, yang berarti bersih, suci, cerah, putih tanpa cacat atau cela. Sedangkan Wadani berarti banyak perkataan, banyak pembicaraan.

Untuk menggelar Upacara Sudhi Wadani, seseorang yang akan pindah agama harus melengkapi persyaratan dari agama Hindu dan juga administrasi secara hukum yang berlaku. Salah satunya pembuatan surat pernyataan menganut agama Hindu tanpa paksaan yang ditandatangani di atas kertas bermaterai.

Selain itu, pemohon yang ingin pindah ke Hindu juga diwajibkan membuat surat permohonan kepada Parisadha Hindu Dharma Indonesia setempat atau lembaga adat pensuddhian serta melengkapi pas foto dan foto kopi KTP untuk menujukkan legalitas perpindahan. Terakhir juga diperlukan saksi-saksi yang akan hadir di upacara Sudhi Wadani.

Dalam pelaksanaan upacara Sudhi Wadahi, tidak ditentukan batas umur calon yang akan disucikan atau disudhikan. Pasalnya, upacara tersebut bersifat sebagai penyucian lahir batin seseorang.

Dalam upacara Sudhi Wadani, terdapat sarana Upakara yakni berwujud dedaunan seperti daun kelapa, daun enau, daun pisang, daun sirih dan sebagainya. Ada juga buah-buahan seperti kelapa. Kemudian beras atau padi, pinang, kacang-kacangan dan lain-lain. Selain itu terdapat sejumlah bunga dan air suci.

Setelah selesai upacara Sudhi Wadani, seseorang yang sudah resmi beragama Hindu diwajibkan untuk menjalankan semua ajaran Hindu. Perubahan atau perpindahan agama melalui Sudhi Wadhani juga sekaligus bakal tercatat secara formal dan resmi secara administratif.

Kepala Sukarno Center Bali, Arya Wedakarna mengungkapkan Sukmawati Soekarnoputri telah menambatkan hatinya pada agama Hindu.

"Alasan Ibu Sukmawati pindah agama adalah ranah pribadi, keputusan ini sudah dipertimbangkan matang-matang," beber Arya, Sabtu (23/10).

Menurut dia, putri Proklamator itu mempelajari agama Hindu sejak lama. Arya menyebut Sukmawati gandrung pada ajaran Hinduisme.

"Saya sebagai saksi sejarah yang sudah mendampingi beliau selama 20 tahun berjuang di PNI dan Soekarno Center, memang melihat bahwa memang Ibu Sukmawati sudah bertahun-tahun gandrung akan ajaran agama-agama Hindu," bebernya.

Arya menyebut Sukmawati sering mendatangi candi dan pura, untuk berbagi hal soal kebangsaan.

"Ini mungkin pengaruh nenek beliau yaitu Nyoman Rai Srimben asal Buleleng. Jadi kita tahu bahwa ibunda Proklamator kita adalah seorang wanita Hindu, Bali," ungkap Arya.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga