PKS Kemungkinan Abstain di Pilpres 2019

PKS
PKS

Jakarta, Akuratnews.com - Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin mengatakan kalau kader partainya tidak dipilih sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto, kemungkinan PKS tidak akan ikut dalam pemilihan presiden 2019.

"Karena kan bisa saja keputusannya itu tidak mengambil dari 9 itu kan. Nah, berarti ketika nama lain yang keluar, kami akan membawa kembali ke DPP dan majelis syuro. Apakah itu diterima atau tidak, itu tergantung pembahasan nanti," kata Suhud kepada wartawan, Rabu (1/8/2018).

Untuk saat ini, kata Suhud, pembicaraan terus dilakukan untuk mencari sosok cawapres ideal pendamping Prabowo. Pada saat yang sama, PKS juga menunggu nama cawapres diumumkan mantan Danjen Kopassus ini.

"Iya jadi posisi kami menunggu apa keputusan Pak Prabowo. Mungkin koalisi bisa tetap berjalan," ujarnya.

Suhud mengatakan rapat majelis syuro merupakan forum tertinggi untuk menentukan sikap PKS dalam Pilpres 2019.

“Jika sosok cawapres tak direstui rapat majelis syuro maka peluang abstain terbuka,” ujarnya.

Lebih lanjut, ujar dia, PKS mematok tanggal 30 Juli 2018 kepada Prabowo untuk mengumumkan sosok cawapres. Belakangan keharusan mengumumkan dicabut karena digelar rapat Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional GNPF untuk merekomendasikan nama-nama capres-cawapres.

Menurut Suhud, keputusan untuk menentukan sikap PKS pada 30 Juli tertunda karena ada perkembangan soal ijtima' ulama.

“Karena ada ijtima' ulama sehingga kita menimbang hasilnya terlebih dahulu. Pada saatnya kita akan meminta kapan kira-kira dipastikan koalisi ini bisa lanjut apa tidak," ujar Suhud. (Wan)

Penulis:

Baca Juga