PT ABP Komitmen Kawal Proses Pemulangan Jenazah ABK ke Tanah Air

PT Anugerah Bahari Pasifik
PT Anugerah Bahari Pasifik komitmen Proses Pemulangan Jenazah ABK ke Tanah Air

Akuratnews.com, Jakarta – Proses pemulangan jenazah awak kapal perikanan, Satrian Ndikele yang dinyatakan meninggal pada awal Februari 2021 lalu mengalami kendala hingga akibatnya saat ini belum bisa kembali ke Tanah Air.

PT Anugerah Bahari Pasifik (ABP), selaku perusahaan yang memberangkatkan pekerja migran asal Tanah Air untuk bekerja di kapal Lucky Ocean berbendera Vanuatu itu hingga saat ini terus berupaya mengatasi kendala yang terjadi pada proses pemulangan jenazah.

Sebelumnya, ABP menerima informasi dari kapten kapal Lucky Ocean sekitar Februari 2021 yang menyatakan bahwa ABK atas nama SN telah meninggal dunia.

Perusahaan segera berkomunikasi dengan pihak keluarga dan mengurus untuk pemulangan jenazah. Hanya saja terdapat kendala pada prosesnya sehubungan dengan kebijakan yang berlaku di negara penempatan.

"Kami turut berduka yang mendalam atas meninggalnya adik kami Satrian Ndikele yang meninggal dalam bekerja di atas kapal Taiwan di perairan Pasifik. Kami siap bertanggung jawab dan memulangkan ke kampung halamannya di Buton Tengah," ujar Direktur PT ABP, Hengki Wijaya, dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu 28 April 2021.

Kata Hengki, pihaknya telah menggelar rapat bersama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Rapat soal pemulangan jenazah yang diminta oleh Hengki ini dipimpin oleh Kasubdit Mediasi dan Advokasi Kawasan Asia Pasifik (Aspam) BP2MI Melvin John Raffles Hutagalung didampingi stafnya Chandra.

Hadir Ketua Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila (B2P3) Jamaludin Suryahadikusuma didampingi Wakil Ketua Zulfikri dan Didig, ayahanda almarhum Syarifuddin, pengacara Maulana, Perwakilan BH-WNI Kemenlu Deriyan, dan Ketua Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI) Ilyas Pangestu. Pertemuan ini dikoneksikan secara langsung dengan Kepala Kantor Perwakilan BP2MI di KDEI Taiwan, Norman.

Terkait pemulangan jenazah, Kepala Kantor BP2MI di Taiwan, Norman, mengatakan hingga kini Pemerintah Taiwan masih melarang seluruh kapal asing yang berlayar di Taiwan untuk mendarat. Pelarangan itu dilakukan guna mencegah penyebarluasan Virus Corona masuk ke Taiwan.

Turut membantu informasi pemulangan jenazah, perwakilan Kemenlu Deriyan, menambahkan bahwa posisi kapal yang membawa jenazah saat ini sedang memasuki perainan Tokyo. Pihaknya sudah mengontak KBRI di Tokyo maupun KBRI di Canberra untuk berkoordinasi memulangkan jenazah almarhum.

“Ya, karena enggak bisa dipulangkan dari Taiwan maka pemerintah cari alternatif pemulangan lewat Tokyo, atau Kepualuan Vanuatu dan Fiji yang berada di bawah yurisdiksi KBRI Canbera,” paparnya.

Setelah mendengarkan kondisi terakhir pemulangan, Sarifuddin, ayahanda almarhum memahami dan bisa menunggu proses pemulangan jenazah sampai waktunya tiba. Bagi keluarga yang penting almarhum bisa tiba di kampung halaman dalam kondisi utuh dan dimakamkan di kampungnya.***

Penulis:

Baca Juga