Reshuffle Kabinet, PMI Minta Jokowi Copot Menteri BUMN Erick Thohir

Erick Thohir
Erick Thohir

AKURATNEWS - Koordinator Nasional Penggerak Milenial Indonesia (PMI), Adhia Muzaki menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk jeli dalam memilih menteri. Ini terkait rencana reshuffle kabinet yang akan dilakukan pada pekan depan.

Adhia berpandangan, dari semua Menteri yang ada di Kabinet saat ini, hanya ada tiga nama yang layak direshuffle.Tiga menteri itu yakni, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dan Menteri BUMN, Erick Thohir.

Dari tiga nama tersebut, menurut Adhia, yang lebih layak untuk segera di Reshuffle yaitu Erick Thohir selaku Menteri BUMN.

"Ada tiga Menteri yang memang kalau menurut saya yang layak untuk di Reshuffle. Tentu itu semua karena menteri ini bekerjanya lamban dan tak paham konsep," kata Adhia, dalam keterangannya pada Jumat, 16 Maret 2021.

Adhia menilai, kinerja Erick Thohir sebagai Menteri BUMN dari sejak dilantik tidak maksimal. Sebab, Erick tengah mempersiapkan diri maju sebagai calon Presiden pada 2024 mendatang.

"Akibatnya, perusahaan BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir, banyak mengalami kerugian," kata Adhia.

Adhia menegaskan, perusahaan BUMN di berbagai Holding terus mengalami kerugian diantaranya, PT Pertamina, PT PLN, PT Antam, PT Pupuk Indonesia, PT Garuda, termasuk juga PT BUMN Karya yang bergerak di bidang pembangunan Infrastrukur dan kontruksi.

"Banyak Holding di BUMN ini yang mengalami kerugian, di bidang pertambangan misalnya ada PT Antam, kemudian juga dibidang energi, ada PT Pertamina, PT PLN, terus juga Holding BUMN Karya, jelas itu mengalami kerugian," tegas Adhia.

Seperti diketahui, wacana Reshuffle Jilid II di Kabinet Indonesia Maju, kembali mencuat, setelah banyaknya desakan publik terkait kinerja para Menteri Presiden Jokowi yang dinilai lamban dalam bekerja.

Adapun Menteri yang kena bidik dan santer akan diReshuffle Presiden Jokowi, diantaranya yaitu, Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Yasonna Laoly selaku Menteri Hukum dan HAM, terakhir yakni Menteri Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.***

Penulis: Restu Fadilah

Baca Juga