Rugikan Negara, Lelang Di Kemenakertrans Ada Indikasi Kejanggalan

Jajang Nurjaman, Koordinator Investigasi Center For Budget Analysis

Jakarta, Akuratnews.com - Koordinator Investigasi CBA (Center for Budget Analysis) Jajang Nurjaman, mengatakan Kementerian tenaga kerja (kemenaker) melalui direktorat jenderal pembinaan pelatihan dan produktivitas (Ditjen binalattas) pada tahun 2016 melakukan lelang pengadaan Peralatan untuk Pelatihan Institusional di Kejuruan Otomotif Sepeda Motor. Tentu proyek ini sangat baik untuk membantu Tenaga kerja agar lebih professional, dan laku untuk "dijual" di pasar.

"Tapi sayang, walaupun program ini sungguh baik dan compatible dengan kondisi para pekerja kita yang sedang galau di gempur tenaga kerja asing. kami dari CBA (center for Budget Analysis) justru melihat ada kejanggalan dalam "mengeksekusi" proyek. Hal ini terjadi, ketika proyek ini ada dalam tahap lelang," kata Jajang kepada Akuratnews.com, Senin (6/2/2017).

Dia mengaku, dimana pada tahun 2016, proyek Peralatan Pelatihan Institusional Kejuruan Otomotif Sepeda Motor dimenangkan oleh PT. Prakasa Subur beralamat di JL. Veteran No. 21 PADANG - Padang (Kota) - Sumatera Barat, Dengan harga penawaran pemenang lelang sebesar Rp.8,443,106,100. Dan lagi-lagi, harga penawaran ini terlalu jauh dan lebih mahal, sehingga berpotensi merugikan negara sebesar Rp.146,571,326. karena, ada harga yang lebih efisien, dan murah namun dikalahkan oleh pihak kemanaker, yang nilai penawarannya, hanya sebesar Rp.7.852.889.330.

Begitu juga, untuk proyek yang sama di tahun 2015 proyek pengadan peralatan untuk Pelatihan Institusional di Kejuruan Otomotif Sepeda Motor dimenangkan oleh PT. Alpha Tera TeknologI beralamat di Gd.Tranka Lt.3 Jl. Raya Pasar Minggu Km.17,5 No.17 Jakarta Selatan - Jakarta Selatan (Kota) - DKI Jakarta, dengan penawaran harga pemenang sebesar Rp.4,645,175,590, angka anggaran pemenang lelang ini, terlalu tinggi dan lebih mahal sehingga berpotensi merugikan negara sebesar Rp.590.216.770. Karena ada perusahaan yang menawarkan harga yang lebih murah oleh Kemenaker dikalahkan begitu Saja.

"Jadi total potensi kerugian negara di tahun 2015 dan 2016 untuk proyek yang sama, yang bernama "proyek Peralatan Pelatihan Institusional Kejuruan Otomotif Sepeda Motor" sebesar Rp.736,788,096 hal ini menjadi pil pahit untuk para pekerja Indonesia. Kemenaker seperti tidak serius dalam menjalankan program di atas, padahal terdapat kenaikan anggaran sebesar  Rp.3,586,906,852 ," ungkapnya.

CBA (Center for Budget Analysis) meminta aparat hukum, baik itu kejaksaan, kepolisian, dan KPK untuk segera melakukan penyelidikkan atas kasus ini.

Bahkan spesial buat kepolisian, jangan hanya membuka kasus korupsi di kementerian pemuda dan olah raga. Tetapi juga, kepolisian harus serius melakukan penyelidikikan pada Kemanaker yang dipimpin menteri  Muhammad Hanif Dhakiri. (Agus)

Penulis:

Baca Juga