Konser Jikustik Reunian

Saat ‘Maaf’ Jadi Isyarat Jikustik Sulit Untuk Sepanggung Lagi

Jakarta, Akuratnews.com - Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat guna kembali menyatukan energi bermusik sebuah band. Ada tawa dan air mata dibaliknya, dan tak mudah pula menghapus kenangan itu.

Dan kenangan itu kini coba dirajut kembali oleh Jikustik guna tampil dalam konser Jikustik Reunian kali kedua di Jakarta, Jumat (19/7).

Air mata yang sedari konser Jikustik Reunian di Yogyakarta beberapa waktu lalu seakan ditahan pun akhirnya pecah di konser Jikustik Reunian di Jakarta.

Jelang akhir konser yang digelar Rajawali Indonesia Communication ini, dua pentolan Jikustik, Pongki dan Icha yang di awal selalu melempar joke-joke segar pada penonton, tiba-tiba melankolis. Air mata mengalir dari mata keduanya.

“Mungkin ini konser kita bersama untuk terakhir kalinya,” ujar Icha, sang basis yang terlihat sangat emosional.

Tak mudah memang bagi mereka untuk tampil kembali sepanggung. Pongki dan Icha sudah punya band sendiri. Jikustik pun kini sudah punya vokalis baru, Bryan.

Sulitnya mereka berada di satu panggung lagi disampaikan Jikustik lewat lagu pembuka konser. Lagu ‘Maaf’ seolah mewakili para personel Jikustik meminta maaf pada fansnya jika mereka mungkin akan sulit kembali bersama.

Walau begitu, mereka coba memuaskan dahaga penonton saat tampil selama lebih dari dua jam. Mereka coba memaknai arti sebuah pertemuan kembali yang penuh warna dan mengajak penonton bernostalgia dengan lagu-lagu mereka.

Nyaris setiap sebelum membawakan lagu, Pongki berkelakar hingga membuat penonton tak berhenti tertawa. Dia pun piawai mengumpan lawakan bagi Icha, Dadik, Adit dan Carlo.

Masih segar dalam ingatan, sepuluh tahun lalu, hubungan Pongki dan Jikustik bisa dibilang tak harmonis. Di pengujung kariernya bersama band asal Yogyakarta itu, komunikasi Pongki dengan personel lainnya mulai tersendat. Terlebih lagi dengan Icha, mereka seperti tak mau saling kenal. Karena itulah, selorohan paling seru Pongki malam itu ditujukan pada Icha.

“Kamu keluar (Jikustik) gara-gara Dadik, kalau aku keluar gara-gara kamu,” seloroh Pongki pada Icha.

Icha tak mau kalah. Ia pun melontarkan lelucon-lelucon yang membuat penonton tertawa. Tentu saja dengan Pongki sebagai sasaran tembaknya.

“Sejak saya keluar sebagai basis, Jikustik tidak pernah menyanyikan lagu ini. Cuma saya yang bisa,” ucap Icha sebelum menyanyikan ‘Saat Kau Tak Di Sini’.

Memori perseteruan yang pernah menghiasi hubungan lima personel ini pun terus mejadi bahan mencairkan suasana konser.

Lagu-lagu hits Jikustik yang mengantarkan mereka ke jalur popularitas seperti ‘Tak Ada Yang Abadi’, ‘Untuk Dikenang’, ‘1000 Tahun Lamanya’ hingga ‘Meninggalkanmu’ pun mengalir lancar dan menggerus memori penonton.

Tak hanya saling lempar candaan terhadap rekannya di atas panggung, Pongki juga aktif berkomunikasi dengan penonton. Seorang penonton remaja dia ajak naik ke atas panggung. Ternyata, penonton remaja tadi datang bersama sang ibu yang fans Jikustik.

Puncak interaksi itu adalah ketika Pongki meminta seorang penonton yang mengenakan kaos Jikustik naik ke atas panggung. Sebagai bentuk terima kasih, Pongki memberikan gitarnya kepada penonton yang dilihatnya sangat antusias menyanyi di depan panggung.

Konser ini akhirnya benar-benar berakhir setelah lagu ‘Akhiri Ini Dengan Indah’ menjadi pamungkas penampilan Jikustik di atas panggung yang total membawakan 20 lagu.

“Semoga jejak-jejak kelam yang dahulu tertinggal, bisa terhapus dalam sapuan ombak pertemuan hari ini..” begitu bunyi penggalan kalimat dari Pongki yang terpampang di layar di belakang.

Semoga….

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga