Sepakat! 17 Korban Ambrolnya Seluncuran Kenpark dan Manajemen Berdamai di Kejari Perak

AKURATNEWS - Para korban ambrolnya seluncuran Kenjeran Park dan pihak manajemen sepakat berdamai, dan tidak melanjutkan kasus tersebut hingga ke meja hijau.

Kuasa hukum Tersangka yakni Rafiqi Anjasmara mengatakan, sejak awal 17 korban dan keluarganya tidak ingin memperkarakan dan bahkan pelapor yang sudah mencabut laporannya di Polres Tanjung Perak.

Namun, lanjut Rafiqi, pihaknya heran karena kasusnya tetap berlanjut hingga dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Hari ini 17 korban baik sendiri maupun didampingi oleh keluarga korban datang ke Kejari Perak dan meminta agar kasusnya dihentikan. Apa yang diminta para korban dan keluarga korban ini Alhamdulillah difasilitasi Kejari Perak dan kemudian oleh Kejari Perak diajukan Restorarif Justice ke Jampidum,” ujar Rafiqi, Kamis (16/11/2022).

Masih kata Rafiqi, para korban ini tidak menghendaki kasus ini berlanjut karena sejak awal sudah mendapatkan perhatian dari pihak manajemen, berupa santunan dan juga sudah dilakukan pengobatan total dan maksimal kepada para korban yang mengalami luka luka.

Bahkan, lanjut Rafiqi, pihak korban yang sudah cukup umur ada yang dipekerjakan di Kenpark.

“ Jadi semua syarat RJ ini sudah terpenuhi sehingga, kami berharap pengajuan RJ ini bisa disetujui oleh pihak kejaksaan dalam hal ini Jampidum,” ungkap Rafiqi.

Sementara itu, Taufik, orang tua korban Akbar Romadhoni (13) pihaknya bersama korban yang lain sudah sepakat untuk damai. Karena apa yang dituntut ke pihak manajemen kenpark sudah terpenuhi.

“ Apa yang kami butuhkan sudah dipenuhi semua oleh pihak kenpark, bahkan santunan juga sudah dicairkan. Mudah-mudahan kasus ini cepat selesai supaya tidak mengganggu aktifitas karena kalau kasusnya berlanjut juga menyita waktu dan mengganggu pekerjaan. Sementara disisi lain apa yang kami tuntutkan juga sudah dipenuhi oleh pihak manajemen,” bebernya.

Taufik menerangkan, anaknya yang mengalami luka retak di pergelangan tangannya mendapat kompensasi berupa uang Rp 5 juta, dan juga sembako. Selain itu, seluruh pengobatan yang dilakukan anaknya mendapat pantauan dari manajemen kenpark.

“ Alhamdulilah, anak saya waktu sebelum kejadian dalam keadaan sehat, sekarang juga sehat seperti semula,” bebernya.

Dikonfirmasi secara terpisah Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Hamonangan Parsaulian Sidauruk membenarkan, bahwa pihaknya melakukan pra RJ dalam perkara tragedi Kenpark.

“ Ini masih Pra RJ, dan masih kita ajukan ke Jampidum. Syarat untuk pengajuan RJ sudah terpenuhi yakni adanya perdamaian dengan seluruh korban, ancaman hukuman kurang dari lima tahun dan tersangka bukan residivis,” ujar Hamonangan.

Penulis:

Baca Juga