Sesaat Akan Jalani Sidang di PN Bekasi, Seorang Tahanan Meninggal Dunia

Ilustrasi

Bekasi, Akuratnews.com - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bekasi, Made Darmawijaya, menyatakan kondisi terdakwa Ridwan Jumarwan keadaan sehat saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi. ‎Sesuai prosedur, tahanan yang akan menjalani sidang dilakukan pemeriksaan kondisi kesehatannya.

"Setiap tahanan yang mau menjalani persidangan, kita tanyakan kondisi kesehatannya," ujar Made Darmawijaya, Sabtu (‎10/8/2019).

Dia melanjutkan, apabila kondisi dalam keadaan tidak sehat, tentu tahanan akan mengutarakan hal tersebut. Petugas Lapas Bulak Kapal Bekasi, tidak men‎gizinkan tahanan menjalani persidangan.

"Kalau sakit, tentu yang bersangkutan akan bilang, tentu kita tunda untuk mengikuti sidang," tuturnya.

Dia menegaskan, terdakwa Ridwan Jumarwan, saat keluar dari sel Lapas Bulak Kapal, dalam kondisi sehat. Namun, saat menjalani sidang di PN Bekasi, Ridwan Jumarwan dilarikan ke RSUD Kota Bekasi, yang lokasinya tak jauh dari PN Bekasi.

Tak lama berselang, terdakwa dinyatakan meninggal. Menurutnya, pihak yang bertanggung jawab terhadap keselamatan tahanan adalah kejaksaan yang menjadi penuntut umum bersama kepolisian yang mengawal tahanan.

"Pihak yang bertanggung jawab, ya tentu pihak yang mengambil tahanan itu," bebernya.

Hingga kini, Lapas Bulak Kapal Bekasi belum menerima hasil visum dari RSUD Kota Bekasi.

"Hasil visum, kita tidak dapat. Mungkin, di pihak kejaksaan yang terima," ucapnya.

Dia mengatakan, kronologi kematian tahanan Ridwan Jumarwan, tidak diketahui secara detail. ‎

"Karena saat itu, tahanan ada di luar Lapas untuk mengikuti sidang," imbuhnya.

Humas PN Bekasi, Djuyamto‎, menambahkan, kematian tahanan terjadi saat yang bersangkutan akan menjalani sidang pada Rabu (7/8/2019) siang.

"Saat persidangan, jaksa penuntut umum menyampaikan tidak dapat men‎ghadirkan terdakwa karena sakit," ujar Djuyamto.

Dia menjelaskan, terdakwa menjalani persidangan sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu jaksa penuntut, Eviani, menyampaikan kondisi kesehatan terdakwa kepada ketua majelis hakim, Tri Yuliani.

Ketua mejelis hakim kemudian meminta jaksa untuk memperlihatkan surat dokter dari Lapas Bulak Kapal. Selanjutnya, sidang ditutup dengan alasan terdakwa tidak dihadirkan oleh jaksa di persidangan.

"Beberapa jam kemudian, jaksa penuntut umum melaporkan kepada ketua majelis hakim, di luar persidangan, bahwa terdakwa meninggal dunia di RSUD Kota Bekasi," kata Djuyamto.

Mengetahui informasi tersebut, kata dia, kemudian ketua majelis hakim menyarankan jaksa meminta surat kematian terdakwa. PN Bekasi belum memperoleh informasi lebih lanjut terkait penyebab kematian terdakwa.

Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari, mengatakan kepolisian belum menerima pemberitahuan terkait kematian terdakwa di Lapas Bulak Kapal tersebut. "Kami belum terima pemberitahuan itu," kata Erna, Jumat (9/8/2019).

Saat ini, pihak Kejari Bekasi belum memberikan keterangan resmi terkait kematian tahanan. Ridwan Jumarwan didakwa primair Pasal 114 ayat (1) dan dakwaan subsidair Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Baca Juga