Sidang Pemalsuan Dokumen Terdakwa Advokad RHS Kembali Digelar

Sidang pemalsuan dokumen dengan terdakwa Advokad RHS kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (20/2/2020). Sidang beragenda pembelaan RHS yang dibacakan oleh pengacaranya.

Jakarta, Akuratnews.com - Sidang yang digelar kurang lebih setengah jam tersebut, kuasa hukum terdakwa RHS meminta kepada majelis hakim untuk mempertimbangkan lagi dakwaan yang diajukan oleh jaksa penuntut umum terhadap kliennya dalam perkara pemalsuan dokumen yang terjadi ditahun 2017.

"Kami memohon agar majelis hakim bisa mengembalikan perkara kliennya ke organisasi yang dijalankan oleh terdakwa sebagai advokad atau pengacara." Pinta salah satu kuasa hukum terdakwa yang turut didamping tujuh kuasa hukum lainnya.

Sementara ditempat terpisah, pihak pelapor yang diwakilkan oleh kuasa hukumnya, Berman Nainggolan menjelaskan bahwa kliennya telah dirugikan akibat perbuatan terdakwa. Menurut Berman, terdakwa RHS telah mencederai profesinya sebagai pengacara yakni dengan memalsukan tandatangan korban untuk menangani perkara.

Berman juga mempertanyakan status penahanan terdakwa RHS oleh pihak Rutan. Berman menyebut bahwa terdakwa tidak menjalani hukuman badan atau ditahan di dalam rutan (rumah tahanan) sebagaimana yang ditulis di dalam website resmi pengadilan negeri Jakarta Timur. Menurutnya, hal itu tidak sesuai dengan fakta yang ada.

"Ini yang sangat aneh mengapa pihak pengadilan Jakarta timur kurang transparan dalam memberikan informasi ke publik, jangan sampai kami bertanya tanya benarkah terdakwa ditahan sesuai di website informasi pengadilan." Ujar Berman

Oleh karena itu, Besman bersama rekan rekan di Aishin Law Firm juga tengah mensurati Mahkamah Agung dan KPK mengenai kinerja di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Adapun surat itu mengenai keterbukaan informasi publik yang seharusnya informasi yang diperoleh dapat diterima dengan benar sesuai kenyataan. Sekaligus adanya pengawasan agar apa yang diterima masyarakat secara umum tentang informasi di pengadilan bisa diakses sesuai kenyataan sebenarnya." tutup Besman.

Penulis: Edi Suroso
Editor:Alamsyah

Baca Juga