Konflik Kashmir

Soal Khasmir, Pakistan Siap Perang dengan India Habis-habisan

Perdana Menteri (PM) Pakistan, Imran Khan, (foto istimewa)

Kashmir, Pakistan, Akuratnews.com - Aktivitas India di sebagian Kashmir telah memicu reaksi keras militer Pakistan yang juga memiliki sebagian wilayah Kashmir. india telah melarang warga Kashmir sholat Jumat sejak sepekan lalu.

Otoritas India melarang mereka memasuki masjid untuk sholat Jum'at sebagai upaya pengamanan terhadap wilayah Himalaya yang berpenduduk mayoritas Muslim. Jam malam diberlakukan dan pemadaman komunikasi di Kashmir selama 12 hari terakhir.

Sebelumnya India telah mencabut otonomi khusus bagi Wilayah Kashmir yang diduduki India.

Merespon aksi India, Perdana Menteri (PM) Pakistan, Imran Khan, dalam pidato di wilayah Kashmir yang dikuasai negara itu mengatakan Pakistan siap berperang sampai titik darah penghabisan untuk Kashmir jika diperlukan.

Khan, menuding India berusaha meminggirkan dan meradikalisasi umat Islam di kawasan itu. Ia juga menyebut langkah New Delhi menghapus otonomi Khashmir sebagai "kesalahan strategis" dari kebijakan Perdana Menteri India Narendra Modi.

CNN melansir, Khan yang menyatakan dirinya seorang pasifis selama pidatonya dari Muzaffarabad, Ibu Kota Kashmir yang dikuasai Pakistan, mengatakan dia percaya pada dialog.

"Saya tidak ingin perang tetapi sekarang jelas bahwa mereka tidak ingin berdialog," katanya.

"Perang tidak akan membantu kita sama sekali," imbuhnya.

"Kami akan berperang sampai titik darah penghabisan jika sampai pada titik itu. Sampai akhir. Dan di ujung jalan itu, Kashmir akan mandiri," ucap Khan pada Kamis (15/8/2019).

Khan mengatakan dia memiliki informasi bahwa India sedang merencanakan "operasi bendera palsu" di Kashmir. "Kami tahu, tentara tahu. Kami siap," tegasnya.**

Penulis:

Baca Juga