Soal Revitalisasi TIM, Gubernur DKI Jakarta Budek!

Jakarta, Akuratnews.com - Sikap tegas disuarakan Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki (TIM) saat audiensi dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) di Komisi X DPR.

Forum ini meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk menghentikan sementara proyek revitalisasi TIM yang dilakukan oleh BUMD, PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

"Kami sudah bicara dengan anak buahnya, Deputinya, Sekdanya, Jakpro, kami ke DPRD, tapi Gubernur budek! gak mau dengar. Karena budeknya itu tiba-tiba dibentengi semua tim itu kita nggak boleh masuk, di dalam dia menghancurkan semua yang selama ini menjadi rumah ibadah kami, bagi beberapa seniman, seni sudah agama mereka," tandas pimpinan Forum Seniman Peduli TIM, Radhar Panca Dahana di Komisi X DPR, Jakarta, Senin (17/2).

Pihaknya sangat menyayangkan tak adanya komunikasi soal revitalisasi itu kepada mereka sebelumnya.

"Berangkat dari satu kebijakan itu seperti komet yang menghantam bumi. Mendadak kita hancur berantakan, kira-kira gitu," ujar Radhar.

Pihaknya juga tak keberatan revitalisasi untuk membuat TIM lebih baik. Namun, ia tetap menyayangkan mengapa para seniman yang sudah lama berkegiatan di TIM sama sekali tak diajak bicara sebelumnya.

"Saya nggak tahu cara berpikirnya. Ini arogansi kekuasaan, ini arogansi kekuasaan dan kekuatan memaksakan apa yang sudah diberikan oleh rakyat, wewenang rakyat, amanah rakyat yang berupa kekuasaan itu untuk menindih rakyat, menindih kebudayaan," imbuhnya.

Menurutnya, revitalisasi TIM kental unsur komersialisasi demi keuntungan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia pun menegaskan, logika itu menyesatkan.

"Praktik komersial supaya BEP, supaya dapat profit, jadi PAD dan lain-lain, dan itu untuk nambal kebutuhan biaya TIM karena TIM diangap beban APBD. Ini logika yang buat saya menyesatkan. Dan kalau ini berlaku di Jakarta, akan berlaku di pusat kesenian daerah lainnya, bahwa seni dan budaya itu beban bagi pemda," tandasnya.

Untuk diketahui, revitalisasi TIM hingga kini terus berlanjut dan telah memasuki tahap II. Gedung Graha Bhakti Budaya dan Galeri Cipta III pun sudah diruntuhkan untuk dibangun.

Rencananya, Jakpro akan membangun tempat tinggal seniman sebanyak 200 kamar yang disebut mereka sebagai Wisma Seni dari lantai 8 sampai 14, di bawahnya akan ada ruang teater, perpustakaan dan Pusat Dokumentasi HB Jassin.

Pada Jumat (14/2) lalu, sejumlah seniman dan budayawan telah melakukan aksi menolak Revitalisasi TIM di reruntuhan gedung Graha Bhakti Budaya, TIM.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga