Terkait Permasalahan Lahan Jambu Dua, Praktisi Hukum PERADI Angkat Bicara

Kota Bogor, Akuratnews.com - Permasalahan yang terkait dengan Lahan Jambu dua kini kembali mencuat dan ramai di diperbincangkan di kalangan Masyarakat Kota Bogor.

Hal ini seperti belum tuntas terutama dalam penegakan hukum. Praktisi Hukum Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Harry Ara Hutabarat,SH.MH angkat bicara atas masalah lahan Jambu dua seperti yang di ungkapkannya kepada Akuratnews.com, Senin (31/07/17).

Harry Ara Hutabarat, pendapat saya terkait lahan warung jambu dua, jika kerugian Negara diasumsikan oleh Jaksa ada, sementara objek lahan jelas dan bukan fiktif serta jelas akan menjadi Aset Pemerintah Kota Bogor,jelasnya

Dilain sisi Jaksa tidak mampu membuktikan aliran dana ke pada siapa saja, apakah hanya ke "Almarhum" Angkawijaya alias Angakahong ,

jika ya selesai karena asumsinya Terdakwa meninggal dan tidak dapat di wariskan.

Masih Harry, kemudian kalau ada pihak lain untuk siapa saja harus jelas Penegak Hukum bertindak bersikap, jadi apa yang mau dikembalikan kerugian negara dari kasus jambu dua, terdakwa sebaiknya didorong kembalikan kerugian negara,paling mereka bingung sendiri emang pernah terima aliran dana, ungkapnya.

"Pidana korupsi rasa perdata spesifikanya ini adalah seperti maladministrasi " kalau aliran dana tidak bisa dibuktikan maka sudah layak jika diterbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Tapi harus tetap kritis di kawal,"Kecuali ada Novum (bukti baru) aliran dana Jambu dua bisa dibuktikan kepada siapa saja, maka SP3 dapat dibuka kembali dikemudian hari,tutupnya.(Dody)

Penulis:

Baca Juga