Kualifikasi Piala Dunia 2022

Thailand dan Malaysia Masih Jadi Lawan Berat Indonesia

Jakarta, Akuratnews.com - Jelang laga kualifikasi Piala Dunia 2020, tercatat ada dua laga pertama yang dinilai menjadi penentu kiprah tim nasional Indonesia pada kualifikasi Zona Asia, September mendatang.

Mengalahkan Malaysia dan Thailand diyakin akan mengirimkan pesan kalau Indonesia punya level yang sama dengan tim di Asia.

Hasil drawing kualifikasi kedua Piala Dunia Zona Asia menempatkan Indonesia di Grup G yang dihuni tiga tim kuat Asia Tenggara seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia plus Uni Emirat Arab (UEA). Kualifikasi akan menggunakan format double round robin di mana semua tim akan bertemu.

Juara grup dan 4 runner-up terbaik akan lolos langsung ke tahap akhir kualifikasi Piala Dunia Zona Asia dan berhak lolos langsung ke Piala Asia 2023 di China.

Kemudian tim terbaik dari 24 tim tersisa akan kembali bertanding guna memperebutkan slot Piala Asia yang tersisa. Kualifikasi akan dimulai dari 5 September 2019 hingga 9 Juni 2020. Malaysia akan menjadi lawan perdana skuad Garuda pada 5 September di Stadion Utama Gelora Bung Karno disusul Thailand, lima hari berselang.

Pelatih Simon McMenemy menyatakan dua pertandingan awal akan sangat menentukan langkah skuad Garuda. Menurut dia, jika bisa memenangkan laga kontra Malaysia dan Thailand, Indonesia akan menunjukkan memiliki level yang sama dengan tim lainnya.

“Kalau bisa menang pada dua laga pertama, tentu kami akan bisa mengirim pesan bahwa Indonesia telah kembali. Indonesia serius dalam kualifikasi ini. Kami berada di level yang sama dengan lawan kami,” tandasnyaSidoarjo,  asal Skotlandia itu menilai persaingan di Grup G akan sangat menarik mengingat tiga tim lainnya sudah kerap bertemu timnas Indonesia. Menurut dia, sesama tim Asia Tenggara sudah saling mengetahui karakter, kekuatan, dan pola permainan masing-masing.

Karena itu, setiap tim memiliki peluang yang sama untuk lolos ke babak selanjutnya. Simon tidak menampik jika dua lawan pertama merupakan raksasa di Asia Tenggara dan sangat menantang untuk dikalahkan.

Dia mengaku sangat bersemangat segera memimpin pemainnya melakoni dua laga yang seluruhnya berstatus partai kandang. “Semua sudah saling kenal dan akan berpikir punya peluang yang sama untuk lolos. Tapi, masih ada Uni Emirat Arab yang juga tidak bisa diremehkan.

"Sekarang, saya butuh semua komponen tim untuk bersatu,” ujar Simon.

Terkait persiapan tim, Simon berharap seluruh pemainnya sudah siap jelang kualifikasi nanti. Namun, mantan pelatih Bhayangkara FC itu mengaku agak khawatir karena di saat bersamaan, Liga Indonesia tetap bergulir dan berpotensi berdampak pada kebugaran pemain.

“Mungkin, Thailand dan Malaysia sedikit lebih baik dari segi persiapan karena liga mereka sudah hampir berakhir. Hal ini bisa menjadi tantangan sekaligus peluang untuk kami. Saya berharap para pemain sedang dalam kondisi yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, dari Sidoarjo, Timnas U-19 akan kembali menggelar uji coba kontra Deltras Sidoarjo di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, sore ini.

Pelatih Fakhri Husaini memastikan akan melakukan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan timnya pada laga nanti.

“Tentu kami akan memperbaiki kesalahan yang ada pada laga perdana (kontra Persibo Bojonegoro) kemarin. Kami tidak ingin kemasukan gol kembali melalui penalti. Karena itu, saya katakan kepada pemain bahwa hal ini tentu tak boleh lagi terjadi,” kata Fakhri seusai latihan, Jumat (19/7).

Fakhri menilai dalam laga tersebut komunikasi antarlini dan pemain masih kurang optimal. Menurut dia, masalah kekompakan dalam permainan sepak bola sangatpenting karena mengandalkan kerja sama tim.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga