UMSK 2020 Dipatok Perusahaan, Serikat Pekerja Protes

Morowali, Akuratnews.com - Pembahasan mengenai penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK), khususnya disektor pertambangan terus berlanjut. Baik secara resmi maupun tidak resmi. Ini terjadi akibat pertemuan tersebut mengalami jalan buntu. Masih adanya tarik menarik mengenai besaran kenaikan untuk tahun 2020 nanti menjadi kendala.

Jika pertemuan sebelumnya, pihak serikat pekerja menawarkan kenaikan besaran UMSK diatas Rp. 3,6 juta atau Rp. 3,6 juta dengan catatan diluar tunjangan tetap. Akan tetapi, pihak perusahaan melalui Apindo tetap bersikukuh dengan besaran Rp. 3,6 juta UMSK sebagai batas kemampuan pihak perusahaan, tanpa catatan.

"Seharusnya, rapat ini momentum untuk kita berunding. Namun, tidak demikian yang terjadi. Justru pihak perusahaan sudah mematok besaran UMSK secara final dan tidak ada negosiasi atau perundingan lagi," kata Afdal di Coffe Milenium, desa Bente, Bungku Tengah, Rabu (11/12/2019).

Kedepan, tambah, Yusuf Alam Dani Anggota Dewan Pengupahan perwakilan SMIP menyarankan, agar pihak perusahaan tidak mematok besaran UMSK sebelum ada pembahasan atau perundingan.

"Dan kedepan, kita harus benahi prosedur rapat pembahasan mengenai UMSK," ujar Yusuf Alam Dani.

Sementara itu, Kadis Nakertrans Morowali melalui Kepala Seksi Penyelesaian Hubungan Industrial, Nurcholis, terus mengingatkan kepada pihak perusahaan dan serikat pekerja maupun Apindo, agar pembahasan tersebut segera menemukan kata sepakat.

"Supaya karyawan lain tidak dirugikan, karena kalau tidak ada kesepakatan, bisa jadi besaran UMSK 2020 akan kembali memakai besaran UMSK tahun sebelumnya," beber Nurcholis.

Penulis: Wardi Bania

Baca Juga