Beranda Hukum Kantongi Bukti Transfer, Polri Buru Penyandang Dana Ratna Sarumpaet Cs

Kantongi Bukti Transfer, Polri Buru Penyandang Dana Ratna Sarumpaet Cs

75
0
BERBAGI
alterntif text

Jakarta, Akuratnews.com – Selain memeriksa saksi-saksi untuk membuktikan upaya makar yang dilakukan tujuh tersangka makar, penyidik juga mengumpulkan bukti-bukti memperkuat dugaan makar. Salah satu alat bukti yang ditemukan baru-baru ini adalah bukti transfer.

“Pengumpulan barang bukti sebanyak-banyaknya terus dilakukan oleh para penyidik. Salah satu alat bukti yang ditemukan baru-baru ini adalah bukti transfer,” ujar Kabag Penum Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul, di Mabes Polri, Selasa (6/12/16).

Tapi dirinya belum mau menjelaskan lebih rinci dari siapa dan kepada siapa transfer tersebut dilakukan. Meski demikian, bukti transfer tersebut menjadi alat bukti yang menguatkan adanya dugaan pemufakatan jahat yang akan dilakukan ketujuh tersangka makar.

Untuk diketahui, ke tujuh tersangka makar yaitu, Eko, Adityawarman, Kivlan Zein, Firza Huzein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, dan Alvin Indra Alfaris.

Upaya penyidik selanjutnya, kata Martinus, menelusuri ada berapa nominal jumlah uang yang ditransfer dari mana sumber dananya, termasuk siapa saja yang menerima.

Adanya bukti transfer itu dinilai Martinus menguntungkan penyidik, karena memudahkan mendapatkan satu konstruksi hukum yang mempersangkakan para tersangka, dalam perbuatan pemufakatan jahat untuk menggulingkan pemerintahan.

Selain bukti transfer, penyidik juga mengantungi bukti lain berupa video serta mobil komando yang disiapkan untuk mengajak atau memprovokasi massa untuk menduduki Gedung MPR/DPR.

“Bukti paling kuat yang dimiliki penyidik ada dokumen dan video, isinya tentu tidak bisa diungkap. Selain itubmobil komando untuk mengajak orang atau menyiapkan orang ke DPR,” ujar Martinus.

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, berbagai barang bukti yang mendukung adanya pemufakatan jahat sudah dikantongi penyidik.

“Barang bukti seperti tulisan tangan dan percakapan mereka yang sudah kami monitoring jauh-jauh hari, itu bagian dari bukti pemufakatan jahat meski baru rencana,” jelas Boy. (Maria)

alterntif text

LEAVE A REPLY