2024 Ditargetkan Terbang, Inilah Progres Pesawat R80

Jakarta, Akuratnews.com - Seperti diketahui, salah satu impian Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie adalah mewujudkan pesawat jarak menengah R80 sebagai jembatan udara antar pulau dan daerah di Indonesia.

Pesawat R80 dibuat oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI) yang didirikan BJ Habibie dan sang anak Ilham Akbar Habibie. R80 adalah kelanjutan dari mimpi pesawat N250 yang terbang perdana 10 Agustus 1995. Namun, konsep pesawatnya disesuaikan dengan kemajuan zaman kekinian terkait teknologi dan sisi bisnis aviasinya.

Ilham Habibie mengungkapkan, hingga saat ini belum ada pembangunan dari segi fisik pada pesawat R80. Tapi dirinya sudah memiliki desain dan rencana dari pesawat R80.

"Kalau pembangunannya dari segi fisik kita belum mulai, jadi saat ini kita mendesain. Maksudnya kita punya rencana yang sudah sangat detail tapi belum sedetail, sehingga membuat pesawat belum kita mulai," ujar Ilham di stand R80 yang digelar di BJ Habibie Fair di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (19/10).

Ilham menjelaskan, walau banyak gambar atau  rancangan pesawat R80, pihaknya belum merancang gambar itu sebagai suatu pesawat yang utuh. Butuh jutaan atau ribuan bagian yang semuanya berdiri secara individual.

"Kalau kita buat pesawat harus ada gambar dengan tiap bagian pesawat kita kasih kepada orang di mesin, dia bisa buat bagian itu yang kecil," ujar Ilham.

"Mungkin susah untuk dimengerti kalau tidak punya latar belakang industri. Tapi kita membayangkan katakanlah suatu sepeda motor, sepeda motor mempunyai 700 bagian individual yang kita buat dan merakit menjadi sepeda motor, itu sepeda motor ada tangkinya, engine yang terdiri dari katupnya, silindernya dari rumah daripada engine dan sebagainya," imbuhnya.

Namun Ilham menargetkan, pada 2024 pesawat R80 diharapkan sudah bisa terbang dan lolos uji terbang.

"Itu (2024) maksudnya sudah bisa terbang dan mudah-mudahan sudah bisa menyelesaikan fase uji terbang," jelasnya.

Tak hanya itu, menurutnya, hingga saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang telah memesan R80 hingga ratusan pesawat.

"Ya bukan masalah, masalahnya lebih untuk membuatnya, saat ini yang pesan sudah ada empat perusahaan dan totalnya mereka pesan 155," tuturnya.

Ditambahkan Doddy Widjojo selaku Direktur Mahkota Group, meski BJ Habibie kini sudah tiada, namun pihaknya percaya, semangat Habibie terus ada.

"Inilah salah satu faktor yang membuat kita harus meneruskan semangat beliau wujudkan impian seluruh rakyat Indonesia untuk memproduksi pesawat R80," ujar Doddy.

Penulis: Rianz
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga