Jelang Pemilu 2019

Badan Siber dan Sandi Negara Bertemu Facebook

Jakarta, Akuratnews.com - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melakukan pertemuan dengan pihak Facebook Indonesia di kantor BSSN Jakarta Selatan, Jumat (12/4 2019).

Pertemuan yang berlangsung tertutup itu membahas langkah konkret penanggulangan hoaks, penyebaran konten negatif, dan ujaran kebencian menjelang penyelenggaraan pesta demokrasi Pilpres dan Pileg tahun 2019.

"Kita mencoba membuat sebuah kebersamaan kesepakatan dalam rangka menciptakan situasi yang aman, nyaman, damai di ranah siber di negara republik Indonesia ini," kata Kepala BSSN, Djoko Setiadi saat konferensi pers.

BSSN juga meminta kolaborasi aktif penyedia platform medsos untuk terlibat menciptakan kondisi kondusif di medsos menjelang Pemilu 2019 dengan memberikan bantuan dan dukungan kepada pemerintah indonesia melalui langkah penangguhan atau suspend bagi penyebar konten negatif.

"Terkait dengan fungsi pengendalian informasi tersebut BSSN mengajak penyedia platform medsos untuk menjaga pemanfaatan medsos tetap positif dan produktif," ujarnya.

BSSN berharap, facebook lebih mengedepankan usaha pencegahan munculnya konten negatif tidak sekedar reaktif dan menunggu pelaporan.

Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Ruben Hattari mengatakan bahwa, di Indonesia sendiri telah berinisiatif menjalankan 5 pilar semenjak Pilkada serentak tahun lalu.

"Jadi proses persiapan kami cukup panjang. Kami juga bekerja sama dengan instansi-instansi lain seperti Bawaslu, KPU, Kominfo, untuk memastikan platform sosial media terutama FB, instagram, dan WA, bisa menjadi platform sosmed yg bisa mendukung proses demokrasi dan memastikan pemilu nanti berjalan jurdil," ucap Ruben.

Facebook Indonesia juga bekerjasama dengan media nasional dalam mengedukasi masyarakat dalam mendeteksi mana berita benar dan yang salah.

"Akun-akun palsu tak ada tempat di atas platform FB dan akun palsu itu ditangkap oleh sistem kami atau reviewer kami, sudah pasti kami turunkan," tegasnya.

Konferensi pers itu juga dihadiri Direktur Pengendalian Informasi Investigasi dan Forensik Digital BSSN Bondan Widiawan, Sekretaris Utama BSSN Syahrul Mubarak, dan Direktur Deteksi Ancaman BSSN Sulistyo.

Penulis: Yandi Permana
Editor: Luqman Haqeem

Baca Juga