Cegah Kesenjangan, Pengelolaan Dana Haji Perlu Dioptimalisasi

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta, Akuratanews.com-Optimalisasi pengelolaan dana haji yang telah disetorkan oleh jemaah calon haji kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) merupakah hal penting. Optimalisasi tersebut untuk mencegah terjadi kesenjangan berikutnya dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Amanah Perisai Nusantara, Ahmad Ahyar dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (17/2/2020).

“Dana di dalam BPKH yang bersumber dari jemaah haji bisa dioptimalisasikan daripada disimpan supaya tidak terjadi kesenjangan berikutnya,” ujar Ahyar.

Aktivis muda ini menerangkan, berdasarkan UU No.34 tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji, dana haji merupakan setoran biaya penyelenggaraan haji, dana efisiensi penyelenggaraan haji, dana abadi umat dan nilai manfaat yang dikuasai negara dalam rangka penyelenggaraan ibadah haji dan kegiatan kemaslahatan umat Islam.

“Pemerintah sudah lebih baik dalam melayani dan menyejahterakan jemaah haji, baik dalam hal operasional, catering maupun pemondokan,” katanya. .

“Terlebih saat ini pengelolaan keuangan haji sudah terpusat, sehingga sudah tidak ada lagi aliran dana yang tersendat,” sambung Ahyar.

Kendati demikian, Ahyar mengingatkan agar tetap cermat dalam melakukan optimalisasi dana haji. DPR bersama Pemerintah harus berkomitmen untuk melakukan pengawasan atas pengelolaan dana haji agar tidak salah ketika menginvestasikannya.

“DPR dan Pemerintah per enam bulan harus menggelar rapat dengan BPKH untuk memantau pengelolaannya. Jangan sampai uang jemaah itu diinvestasikan untuk hal yang tidak jelas, atau tidak sesuai dengan undang-undang” pungkasnya.

Penulis:

Baca Juga