COVID-19 Berdampak pada Perekonomian, Jokowi Sampaikan 9 Skenario Mempertahankan Daya Beli

Jakarta, Akuratnews.com - Penyebaran wabah Covid-19 berdampak terhadap faktor perekonomian dunia. Sedikitnya terdapat lebih 186 negara yang mengalami permasalahan ekonomi akibat penyebaran virus tersebut, termasuk Indonesia.

Hingga saat ini pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai saya upaya untuk pencegahan dan penanganan penyebaran virus itu termasuk mengantisipasi dampaknya terhadap Masalah perekonomian.

Terkait hal itu, dalam release pers istana kepresidenan, Ir. Joko Widodo menyampaikan bahwa pemerintah terus bekerja keras untuk mengantisipasi dampak ekonomi akibat masifnya penyebaran virus itu.

Berbagai skenario ekonomi dilakukan agar mempertahankan daya beli masyarakat, mengurangi risiko PHK, dan mempertahankan produktivitas ekonomi, produktivitas masyarakat di seluruh wilayah tanah air Indonesia.

Untuk itu, pemerintah menetapkan beberapa kebijakan bantuan dalam rangka mempertahankan daya beli masyarakat. Hal itu disampaikan oleh Presiden Jokowi, pada keterangan pers di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (24/3/2020)

Fokus kebijakan bantuan-bantuan yang disediakan oleh pemerintah langsung ke masyarakat adalah sebagai berikut:

Pertama, Presiden telah perintahkan kepada semua Menteri, Gubernur, Bupati, dan Wali Kota agar memangkas rencana belanja yang tidak prioritas di APBN maupun di APBD.

"Anggaran perjalanan dinas, pertemuan-pertemuan yang tidak perlu, dan belanja-belanja lain yang tidak langsung dirasakan oleh masyarakat harus dipangkas,” ujar Presiden.

Kedua, kementerian dan lembaga di pusat, serta juga pemerintah daerah (provinsi, kabupaten, dan kota) harus melakukan refocusing kegiatan dan melakukan realokasi anggaran untuk mempercepat penanganan Covid-19, baik yang terkait dengan isu-isu kesehatan maupun yang terkait dengan isu-isu ekonomi.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Yohanes Marto

Baca Juga