Diskominfo Sidoarjo Gelar Sosialisasi Ketentuan Cukai dan Berantas Rokok Ilegal

Suasana acara sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan pemberantasan rokok ilegal yang diselenggarakan Diskominfo Sidoarjo.
Suasana acara sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan pemberantasan rokok ilegal yang diselenggarakan Diskominfo Sidoarjo.

AKURATNEWS - Bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat terkait masalah penggunaan, pemantauan dan evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Dinas Kominfo Sidoarjo menyelenggarakan acara "Sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan pemberantasan rokok ilegal di Kabupaten Sidoarjo 2021", bertempat di Balai Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Rabu (9/6/2021).

Acara sosialisasi yang diikuti sekitar 75 warga setempat dari berbagai elemen itu, diawali laporan kegiatan pihak penyelenggara yang disampaikan Kabid PIPK Dinas Kominfo Sidoarjo, Kusdianto dan dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Sidoarjo, Setyo Winarno.

Kemudian, dilanjutkan pemaparan materi dari sejumlah narasumber, yakni Kasubbag SDA Bagian Perekonomian dan SDA Setda Sidoarjo, Sri Warso Yudono, Kabid Binwasluh Satpol PP Sidoarjo, Kardianto, Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Sidoarjo Niken Lestri Premanawatie serta Pemeriksa Bea Cukai Sidoarjo, Eko Bramantiyo.

Kasubbag SDA Bagian Perekonomian dan SDA Setda Sidoarjo, Ari Warso Yudono mengungkapkan, DBHCHT yang diterima Kabupaten Sidoarjo sebesar Rp 18 miliar pada 2021, karena di daerah ini tidak terdapat perkebunan tembakau.

"Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 206/PMK.07/2020, DBHCHT itu diperuntukkan mendanai program peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan atau pemberantasan barang kena cukai ilegal," katanya.

Lalu, Kabid Binwasluh Satpol PP Sidoarjo, Kardianto menuturkan, upaya persuasif yang ditempuh pihaknya, guna menyukseskan pemberantasan rokok ilegal di Sidoarjo.

"Kita bersama tim rutin menyisir ke beberapa lokasi di 18 kecamatan di Sidoarjo. Menemui para pedagang dan pemilik toko kelontong untuk melakukan pembinaan terhadap mereka, agar peredaran rokok ilegal tidak meluas," ujarnya.

Kemudian, Pemeriksa Bea Cukai Sidoarjo, Eko Bramantiyo menjelaskan rokok terkategori ilegal serta sanksi pidana yang dikenakan bagi pelaku usaha yang memproduksi, mendistribusikan dan memperjual-belikan rokok ilegal.

"Rokok terkategori barang kena cukai ilegal itu, diantaranya, dilekati pita cukai palsu, tidak dilekati pita cukai (polos), dilekati pita cukai yang bukan haknya atau salah personalisasi, dilekati pita cukai yang salah peruntukkannya, dilekati pita cukai bekas," urainya.

Selain itu, Eko juga mengingatkan sanksi pidana, akibat pelaku usaha yang memproduksi, mendistribusikan dan memperjual-belikan rokok ilegal sebagaimana tertuang dalam pasal 54 dan 56 UU RI Nomor 39/2007 tentang cukai.

Selanjutnya, Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Sidoarjo, Niken Lestri Premanawatie mengetengahkan pengertian cukai.

"Cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang kena cukai atau barang spesifik yang perlu dikendalikan konsumsinya, ditingkatkan peredarannya, pemakaiannya dapat menimbulkan efek negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup, serta pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan," tandasnya.

Penulis: Wachid Yulianto

Baca Juga