oleh

DPR Dorong Pemerintah Sesuaikan Kebijakan di Tengah Ketidakpastian Global

Jakarta, Akuratnews.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendorong tim ekonomi Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk terus mengkreasi penyesuaian kebijakan menanggapi ketidakpastian global saat ini. Ketahanan ekonomi nasional dinilai sedang diuji sehingga memerlukan penyesuaian kebijakan.

“Setiap penyesuaian kebijakan hendaknya disosialisasikan kepada masyarakat guna menghindari salah pengertian atau salah persepsi,” kata Ketua DPR Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/9/2018).

Pihaknya sepakat dengan keputusan Pemerintah yang menaikkan tarif Pajak Penghasilan ( PPh) impor atau PPh pasal 22 atas 1.147 komoditas. Bamsoet menyatakan pengendalian impor bukan kebijakan yang salah ketika durasi gejolak nilai tukar valuta, atau penguatan nilai tukar dolar AS masih sulit diprediksi.

“Sudah barang tentu penyesuaian kebijakan itu tidak boleh asal-asalan. Pemerintah harus tetap mengkalkulasi kebutuhan konsumsi masyarakat, serta menjaga kebutuhan dan keberlanjutan aktivitas industri dalam negeri,” imbuhnya.

Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat harus dilakukan secara regular impor bahan bakar minyak (BBM) dan belasan komoditi pangan. Pemerintah, lanjut Bamsoet, juga harus melaksanakan kewajiban bayar utang luar negeri yang jatuh tempo.

“Karena terjadi penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, pengeluran atau nilai belanja impor oleh pemerintah dan swasta tentu saja mengalami pembengkakan,” ucap Bamsoet.

“Jika penyesuaian tidak segera dilakukan, Indonesia justru akan terlihat konyol. Sebab, ketidakseimbangan baru itu akan menghadirkan beberapa dampak, yang langsung maupun tak langsung, akan membuat banyak orang tidak nyaman,” pungkasnya. (Ysf)

Komentar

News Feed