Efek Domino Ekspor Sarang Walet Terhenti, Ribuan Orang Menganggur

AKURATNEWS - Permendag nomor 19, tahun 2021, dan tumpang tindihnya regulasi ekspor,tidak hanya berdampak kepada para  Eksportir sarang burung walet. Hal tersebut juga sangat dirasakan oleh UMKM di Desa Tunggo Jagir Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan.

Menurut Parso Widiantoro, Ketua UMKM Desa Tunggo Jagir, ada ribuan orang yang kehilangan pekerjaan. Sebab merekai menggantungkan kehidupan dari membersihkan sarang burung walet.

“Karena kesulitan ekspor, akhirnya sudah tidak ada permintaan dari bos-bos (eksportir sarang walet) di Surabaya. Dampaknya Ada sekitar 2000 pekerja di tempat saya yang jadi pengangguran,” keluh Parso saat ditemui akuratnews di Surabaya, Selasa (16/11/21) malam.

Parso juga mengatakan, untuk menjalankan usahanya itu ia dan teman-temannya harus meminjam modal dari Bank. “Kalau semua mandek (berhenti) begini, kami tidak ada pemasukan tapi harus tetap bayar pinjaman di Bank setiap bulannya,” ungkap Parso.

Selain pinjaman di Bank, Parso juga mengatakan, bahwa terhentinya pengerjaan tersebut juga berdampak dengan menumpuknya bahan baku sarang walet yang sudah terlanjur dibelinya dari petani.

“Kami juga sudah terlanjur membeli bahan baku dari petani, yang nantinya dijual lagi setelah dibersihkan. Dengan situasi begini akhirnya semua menumpuk di rumah. Kalau diperkirakan harganya sekitar 40 juta,” terangya.

Sementara itu, ditemui usai diskusi dengan perwakilan Kementerian Perdagangan, dan BUMN, di Vasa Hotel Surabaya, Ketua APPSWI, DR l. H. M Wahyudin Husein. SH . MH membenarkan kesulitan yang dialami oleh Parso.

“Ya hal ini seperti efek domino mas, bahkan kesulitan ini juga akan berdampak sampai kepada petani walet, jika situasi seperti ini terus terjadi,” kata Wahyudin.

Sebelumnya diberitakan, Asosiasi Peternak Pedagang Sarang Walet Indonesia (APPSWI), keluhkan Peraturan Menteri Perdagangan  (Permendag) nomor 19 tahun 2021, yang baru saja disahkan pada 15 november lalu.

Menurut Ketua APPSWI, DR l. H. M Wahyudin Husein. SH . MH, peraturan baru tersebut justru menyulitkan para pengusaha sarang walet untuk melakukan eksport.

Penulis:

Baca Juga