Inspirator Budaya Anti Korupsi, Gubernur Anies Layak Dapat Penghargaan

Arifin Pardamean Siregar, Ketua Komunitas Pemberdayaan Potensi Daerah (KP2D). Foto: M. Firdaus/Akuratnews.com)

Jakarta, Akuratnews.com - Bahaya latent Korupsi terindikasi sudah membudaya di kalangan pemerintahan dan masyarakat, termasuk Jakarta. Kondisi ini pun menjadi perhatian serius dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

"Selama dua tahun dia menjabat sebagai Gubernur Provinsi DKI Jakarta, dia mengawali dengan membentuk komite pemberantasan korupsi. Alhasil, selama 2 tahun memimpin Jakarta, nyaris Perilaku korupsi mampu di cegah dan diungkap," ucap Arifin Pardamean Siregar, Ketua Komunitas Pemberdayaan Potensi Daerah (KP2D) kepada awak media di sekretariat KP2D di kawasan Jakarta Pusat, Senin, (9/12 2019).

Menurut Arifin, selama 2 tahun ini, sudah banyak penghargaan yang di terima gubernur Anies dalam prestasinya mencegah korupsi di Jakarta.

"Prestasi Gubernur Anies menjadi Inspirator pencegahan korupsi di Jakarta, bukan hanya membentuk komite pemberantasan korupsi saja tapi juga terbukti, bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan opini tertinggi terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (LKPD APBD) DKI 2018, yakni Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)." terangnya.

Dengan begitu, kata Arifin, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI berhasil mempertahankan dua tahun berturut-turut WTP. Prestasi ini membuktikan bahwa pengelolaan keuangan di kepemimpinan Gubernur Anies Rasyid Baswedan tidak ada masalah, bersih dari korupsi dan transparan.

"Di hari Peringatan Hari Anti Korupsi International, sudah selayaknya warga Jakarta memberikan penghargaan sebagai wujud terima kasih kepada pak Anies Rasyid Baswedan dalam mengelola keuangan Warga Jakarta, yang bersih dari korupsi" tandas Arifin.

Sebagai warga Jakarta, Arifin mengaku bangga atas kinerja maupun upaya Anies Baswedan, dalam pencegahan korupsi di Jakarta.

"Kami ucapkan terima kasih kepada pak Anies, kami sampaikan doa dan dukungan kepada agar tetap istiqomah dalam Gerakan Jakarta Anti Korupsi dan membangun budaya anti korupsi untuk mewujudkan 'Maju Kotanya Bahagia Warganya,' pungkas Arifin Pardamean Siregar. (*)

Penulis: M. Firdaus

Baca Juga