Kasus Bendera, Menkopolhukam Janji Inisiasi Pertemuan Antar Ormas Islam

Jakarta, Akuratnews.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto telah bertemu dengan 10 perwakilan massa Aksi Bela Tauhid. Pertemuan kedua pihak berlangsung sekitar pukul 14.45 sampai 17.08 WIB.

Dalam kesempatan itu, Wiranto memperoleh lima tuntutan terkait kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh oknum Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Garut. Ia menuturkan pihaknya perlu membicarakan lebih lanjut dengan segenap pemangku kepentingan.

"Apakah Menteri Agama, Kepolisian, kemudian Menteri Hukum dan HAM dan sebagainya," ujar dia saat konferensi pers usai pertemuan di Gedung Kemenkopolhukam, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2018).

Mantan Panglima ABRI itu juga berjanji akan menjadi inisiator pertemuan antar ormas Islam untuk menyerap aspirasi dalam menentukan langkah yang akan ditempuh menyikapi pembakaran bendera tauhid.

"Saya akan melakukan satu langkah untuk menginsiasi pertemuan antar umat Islam, antar ormas Islam yang mempunyai kepedulian masalah kebangsaan, terutama masalah ini, karena tidak bisa diselesaikan secara sepihak," imbuhnya.

Wiranto menegaskan kasus pembakaran bendera tauhid tidak bisa diselesaikan maupun dijustifikasi oleh hanya satu kelompok yang merasa benar.

"Ini masalah umat Islam yang harus diselesaikan oleh umat Islam dan umat Islam (akan) diwakili para pimpinan Ormas yang nanti saya fasilitasi untuk kita bincangkan hal-hal yang sekarang ini belum ketemu," tukas dia.

Wiranto sendiri menyatakan bakal menyampaikan hasil pertemuan tersebut kepada Presiden Jokowi. Pantauan Akuratnews.com di lokasi, ribuan massa Aksi Bela Tauhid membubarkan diri saat adzan maghrib berkumandang.

Massa umumnya membawa atribut bendera berwarna hitam dan putih bertuliskan kalimat tauhid. Polisi menahan massa dengan kawat berduri di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) dekat kawasan Patung Kuda. (Ysf)

Penulis:

Baca Juga