oleh

Kekosongan Wagub DKI, Komunikasi Politik Gerindra-PKS Belum Tuntas?

Jakarta, Akuratnews.com – Sudah menjelang tiga bulan DKI Jakarta belum memiliki Wakil Gubernur (Wagub) baru. Padahal, pekerjaan Pemprov DKI dalam rangka pelayanan publik sangatlah banyak.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner, Emrus Sihombing bahwa Gubernur dan Wagub DKI harus memimpin puluhan kantor dinas dan sejumlah BUMD.

Berkaca dari wacana publik, ia lantas meyakini belum terisinya kursi DKI-2 terkait komunikasi partai politik pengusung, yakni Gerindra dan PKS.

“Jawabannya sederhana, proses komunikasi politik antara Gerindra dan PKS tampaknya masih belum tuntas,” ujar Emrus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/11/2018).

Dirinya juga menyoroti munculnya wacana baru, yakni soal dua sosok yang diajukan Gerindra untuk menjadi anggota tim seleksi dalam menunaikan tugas fit and proper test. Satu dari kader Gerindra dan satu pakar politik dari luar.

Sementara sosok anggota tim seleksi dari PKS belum tampak diwacanakan di ruang publik. Dari aspek komunikasi politik, jelas Emrus, perbedaan perilaku tersebut sarat makna politik.

“Perbedaan tersebut bisa memunculkan varian pertanyaan dari publik, antara lain, mengapa ada perbedaan tersebut,” imbuhnya.

Kendati demikian, Emrus menyarankan agar PKS melakukan kalkulasi politik secara matang jika ingin membuat susunan tim seleksi dengan komposisi seperti Gerindra.

Hal itu karena menurutnya akan mengikutsertakan pihak luar yang seharusnya menjadi urusan internal PKS dan Gerindra.

“Dari aspek komunikasi politik yang lebih produktif bagi kedua partai dalam rangka perjuangan politik Pilpres 2019, lebih baik tim seleksi dari kedua partai tanpa melibatkan pihak luar. Sebab, ini sudah menjadi urusan internal kedua partai,” tandasnya.

“Selain itu, di Partai PKS dan Gerindra memiliki kader-kader luar bisa yang sangat-sangat mumpuni menjadi tim seleksi yang sama sekali tidak kalah kualitasnya dengan dari luar partai,” pungkas Emrus. (Ysf)

Loading...

Komentar

News Feed