Ancam Tangkap Benny Wenda

Keterlibatan Pihak Asing dalam Kerusuhan di Papua dan Papua Barat Bukan Isapan Jempol

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto

Jakarta, Akuratnews.com - Menko Polhukam Wiranto mengaku mengantongi bukti-bukti yang menunjukkan aktivitas pihak asing yang turut berkontribusi membuat Papua bergejolak. Wiranto juga menegaskan keterlibatan asing dalam kerusuhan di Papua dan Papua Barat bukan sekadar isapan jempol.

"Ada satu kegiatan yang benar-benar itu merupakan kegiatan dari luar yang kemudian menginspirasi, memotivasi dan istilahnya menghasut adanya gerakan-gerakan (aksi unjuk rasa dan kerusuhan) itu," ujar Wiranto kepada wartawan di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Namun demikian, ketika ditanya apakah pihak asing yang dimaksud ialah Benny Wenda, Wiranto tak mau menjawab lugas. Ia hanya mengatakan pemerintah bakal menangkap Benny jika ia berani masuk ke Indonesia.

"Saya akan tangkap atau kita tangkap. Kita proses (secara hukum). Tapi, tatkala kegiatannya di luar sana, tentunya ini butuh kegiatan diplomasi. Ada hukum-hukum internasional yang kita harus lakukan," ujar Wiranto.

Isu keterlibatan Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat Benny Wenda dalam beragam kerusuhan di Papua sebelumnya diembuskan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko. Menurutnya, Benny berperan dalam memobilisasi massa dan menyebarkan informasi bohong seputar Papua.

Benny saat ini tinggal di Oxford, Inggris. Pria kelahiran Papua pada 17 Agustus 1974 itu sudah puluhan tahun menentang bergabungnya Papua Barat dengan Indonesia. Benny juga berniat memisahkan Papua dari Indonesia.

Saat aksi unjuk rasa berlangsung di Papua, via akun Twitter @Benny Wenda, Benny mengatakan, musuh warga Papua Barat bukan Indonesia. Menurut dia, musuh masyarakat Papua adalah sistem kolonialisme yang masih dijalankan di Papua. "Kita tidak akan terprovokasi. Perjuangan damai kita adalah untuk referendum," cuitnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Baca Juga