KPK Duga Sejumlah Pejabat Negara Terima Gratifikasi Tiket Asian Games 2018

Jakarta, Akuratnews.com - KPK mendapat informasi jika ada sejumlah pejabat negara yang diduga menerima gratifikasi berupa tiket menonton pertandingan di Asian Games 2018.

"KPK menerima sejumlah informasi adanya oknum pejabat yang menerima pemberian tiket dan bahkan meminta tiket untuk menonton pertandingan. Kami ingatkan, hal tersebut tidak diperkenankan oleh aturan hukum yang berlaku," kata Juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/8/2018).

Febri menjelaskan, berdasarkan aturan Pasal 12 B UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan korupsi dijelaskan bahwa gratifikasi berarti pemberian dalam arti luas, yang mencakup uang, barang, rabat, komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya.

"Jika ada pejabat yang menerima tiket menonton pertandingan Asian Games 2018, kecuali undangan yang bersifat resmi seperti undangan pembukaan yang sudah dilakukan, maka sesuai dengan ketentuan di Pasal 16 UU KPK, maka gratifikasi tersebut wajib dilaporkan," ucap Febri.

KPK memberikan waktu selama 30 hari bagi pejabat negara yang menerima gratifikasi tersebut.

Febri menambahkan pelaporan gratifikasi bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Gratifikasi Online (GOL) atau akses gol.kpk.go.id melalui website.

"Dalam waktu maksimal 30 hari kerja, KPK akan melakukan analisis apakah gratifikasi tersebut menjadi milik penerima atau milik negara," pungkasnya. (Jar)

Penulis:

Baca Juga