Terima Keputusan MK

Mahasiswa UINSU: Jangan Kebiri Lagi Agama, Intelektual dan Rasa Keadilan

Medan, Akuratnews.com - Sidang sengketa Pilpres yang dilayangkan kubu Prabowo-Sandi diregister MK dengan nomor 01/PHPU-PRES/XVII/2019. Permohonan sengeketa Pilpres ini dilayangkan kubu Prabowo-Sandi yang menuding telah ada kecurangan bersifat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) dalam pelaksanaan pemilu.

Dalam sidang sengketa Pilpres ini KPU menjadi pihak termohon, Jokowi-Ma'ruf menjadi pihak terkait, dan Bawaslu RI hanya menjadi pihak pemberi keterangan.

MK telah memutuskan akan menggelar sidang putusan sengketa Pilpres 2019 pada kamis, 27 Juni 2019.

Menanggapi hal tersebut, Muhammad Najib (Mahasiswa UIN-Sumut) mengatakan, bahwa jangan ada lagi pengkebirian terhadap agama, kaum intelektual dan rasa keadilan.

"Ya Hari ini pengumuman, kita berharap jangan ada lagi lah pihak-pihak yang mengkebiri agama, kaum intelektual dan rasa keadilan dinegeri ini,terkhusus untuk siapapun nanti yang akan menjadi presiden sesuai ketetapan MK (Mahkamah Konstitusi) pada hari Kamis ini" ujar Najib, Kamis (27/06/2019).

Menurutnya rakyat hari ini sudah bosan terkhusus kami mahasiswa sudah bosan melihat tingkah keegoisan elite politik.

"Hari ini rakyat dan khususnya kami sudah bosan melihat kekisruhan dinegeri ini yang disebabkan keegoisan elite politik, akibatnya pemerintah tak mampu mengakomodir kebutuhan tokoh agama, kaum intelektual dan menghadirkan rasa keadilan buat segenap bangsa Indonesia, kedepan kita berharap pemerintah jangan tumpang tindih lagi dalam fokus pembangunan, pemerintah terpilih harusnya juga mampu memperhatikan kami mahasiswa diera kepesatan tekhnologi ini, harusnya kami jadi parthner pembangunan SDM & Infrastruktur buat pemerintah bukan pihak-pihak asing," kata Najib yang juga Ketua Umum HMI Komisariat FSH UIN-SU.

Tambah Najib "Kedepan kita berharap tidak ada lagi yang mengkebiri agama dalam kata lain memanfa'atkan agama dan bahkan mengkerdilkan agama untuk suatu hasrat dan kepentingan yang bersifat politik praktis, kami prihatin terhadap gesekan yang belakangan ini terjadi antar pemeluk agama, kaum intelektual dan perindu rasa keadilan, kedepan kita berharap jangan ada lagi kesenjangan dan ketidakmerataan kebijakan pemerintah dalam ketiga instrument diatas,"tegas Najib.

Lebih lanjut, Najib berharap agar pihak terkait (Paslon 01) & pihak pemohon (Paslon 02) agar dapat rembuk roso (Islah) dari pergulatan dimensi pertarungan kekuasaan RI 1 ini, agar rakyat dapat menikmati dan mencairkan kembali kehangatan dalam berwarga negara", tandas Najib.

Mahkamah Konstitusi dijadwalkan akan menggelar rapat pleno pembacaan putusan sengketa pilpres 2019 pada pukul 12.30 WIB ini digedung Mahkamah Konstitusi RI.

Penulis: Atta
Editor:Redaksi

Baca Juga