oleh

Menteri ESDM Jelaskan Faktor Pertimbangan Dalam Transisi Energi

Jakarta, Akuratnews.com – Pengembangan energi terbarukan di Indonesia merupakan program jangka panjang dengan target bauran energi yang telah dipatok sebesar 23% pada tahun 2025. Transisi energi dari energi fosil menjadi energi bersih tentu memiliki tantangan tersendiri, khususnya bagi Indonesia.

“Kita, dibelahan bumi manapun, posisinya tidak sama, masalah ketahanan ekonomi, GDP perkapita dan masalah disparitas merupakan faktor yang harus dipertimbangkan jika kita ingin membahas transisi energi,” ungkap Menteri ESDM, Ignasius Jonan dalam sambutannya pada acara Energy Transition Dialogue Forum 2018, Kamis (15/11/2018) di Hotel Pullman Jakarta.

“Karena di setiap transisi pasti menimbulkan kesempatan usaha baru, menciptakan teknologi baru dan juga menimbulkan biaya-biaya baru,” sambungnya.

Jonan juga menjelaskan bahwa jika ingin transisi energi dapat dilihat dari sisi supply dan demand.

“Dari sisi demand, kita harus bersyukur bahwa mayoritas generasi muda kita mendukung energi bersih, semua yang didukung oleh young generation  pasti jalan, karena mereka yang meneruskan apa yang kita lakukan hari ini, sedangkan sisi supply, apa yang ditawarkan harus terjangkau,” tegasnya.

Rasio elektrifikasi di Indonesia sudah mencapai 98,5% dan itu berarti masih ada sekian persen penduduk Indonesia atau kurang lebih sekitar 5 juta penduduk yang belum menikmati listrik. Hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri karena disparitas yang ada masih lebar.

Menteri Jonan menekankan pentingnya energi berkeadilan, bahwa pada kenyataannya masih banyak penduduk Indonesia yang belum menikmati listrik sejak lahir. Yang menjadi fokus pilihan jika diberikan subsidi, apakah dana nya digunakan untuk subsidi energi baru terbarukan atau untuk pengembangan layanan listrik untuk semua rakyat Indonesia.

“Jika ingin transisi energi tolong dipikirkan pertimbangan-pertimbangan sosial, disparitas ekonomi atau kemampuan ekonomi dari negaranya” pungkasnya. (Red)

Komentar

News Feed