PKS Tolak Usulan Kenaikkan Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA

PKS tolak usulan kenaikkan tarif dasar listrik pelanggan 3.000 VA/Ilustrasi
PKS tolak usulan kenaikkan tarif dasar listrik pelanggan 3.000 VA/Ilustrasi

AKURATNEWS - Rencana pemerintah yang ingin menaikkan tarif dasar listrik (TDL) bagi pelanggan 3.000 Volt Ampere (VA) ke atas mendapat penolakkan dari Fraksi PKS DPR RI.

Penolakkan tersebut bukan tanpa alasan, Wakil ketua Fraksi PKS DPR RI, Mulyanto menilai sekarang ini bukan saat yang tepat untuk menaikkan tarif dasar listrik.

Mulyanto menilai kondisi ekonomi masyarakat Indonesia sebagian besar masih belum pulih akibat hantaman pandemi Covid-19.

Alasan pemerintah yang akan menaikkan TDL untuk mengamankan ketersediaan likuiditas PLN, juga dinilai kurang relevan. Mulyanto menyebut alasan itu sama saja melempar tanggungjawab negara kepada masyarakat.

Mulyanto menjelaskan terkait kenaikan Indonesian Crude Price (ICP) dari 63 USD menjadi 100 USD, sebenarnya tidak terlalu berpengaruh bagi PLN.

"80 persen pembangkit PLN adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Dan PLN mendapat domestic market obligation (DMO) batubara dengan harga tetap 70 USD per ton" jelas Mulyanto dalam keterangan pers, Sabtu, 20 Mei 2022.

Mulyanto menjelaskan memang TDL untuk pelanggan non-subsidi sejak tahun 2017 tidak naik. Karena itu PLN mendapat dana kompensasi.

Cuma masalahnya pembayaran dana kompensasi tersebut tidak reguler seperti pembayaran subsidi.

Karena itu bila pemerintah ingin membantu keuangan PLN, caranya dengan membayar dana kompensasi listrik secara reguler seperti pembayaran subsidi. Jangan ditunda tunda atau dicicil.

"PKS sendiri dapat memahami argumen Menteri Keuangan, namun masih belum setuju terkait kenaikan listrik PLN ini. Jangan bebankan masyarakat untuk mengatasi kesulitan keuangan PLN," tegas Mulyanto.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan kenaikan tarif dasar listrik atau TDL bagi pelanggan 3.000 Volt Ampere (VA) ke atas bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat yang rentan akibat gejolak harga komoditas pada tahun ini.

Kenaikan TDL bagi pelanggan menengah ke atas itu bakal dialihkan untuk menutup beban kompensasi dan subsidi pada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang mencapai Rp44,1 triliun pada tahun ini.

“Pelanggan listrik di atas 3.000 VA dilakukan penyesuaian untuk itu nanti tolong tanya ke PLN persiapannya dan Menteri ESDM mengenai kapan langkah-langkah itu [diimplementasikan],” kata Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 20 Mei 2022.

Kendati demikian, Sri memastikan, alokasi subsidi dan kompensasi energi lewat perubahan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2022 relatif tinggi.

Dia berharap kenaikan alokasi itu dapat menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional yang masih pada tahap awalan.***

Penulis: Wahyu Wicaksono
Editor: Ahyar

Baca Juga