Polisi Diminta Tidak Tebang Pilih Soal Hoaks Ratna Sarumpaet

Jakarta, Akuratnews.com - Dugaan penganiayaan yang dialami aktivis senior Ratna Sarumpaet belakangan diakui langsung olehnya sebagai kabar bohong semata. Namun, para elit politik yang tergabung dalam koalisi Prabowo Subianto - Sandiaga Uno terlanjur menjadi korban kebohongan Ratna dengan turut bersimpati dan mengkritik Pemerintah.

Gerakan Pemuda Pegiat Media Sosial (GPPMI) lantas menyayangkan banyaknya elit politik yang ikut menyebarkan berita-berita hoaks.

"Kami meminta kepada seluruh stake holder penegak hukum untuk memberlakukan hukum secara adil. Tidak ada yang bisa lepas dari persoalan hukum sekalipun pejabat negara dan elit-elit politik," kata Koordinator GPPMI Topan Kholik di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (8/10/2018).

Ia menegaskan kesamaan di mata hukum harus diberlakukan, dimana masyarakat akan melihat ketegasan dari penegak hukum. Terlebih, Topan menuturkan di era milenial banyak sekali yang memanfaatkan media sosial sebagai ajang propaganda, agitasi dan lain-lain.

Ia juga menjelaskan bahwa Ratna sengaja mengaku dianiaya sebagai alasan terhadap sang anak. "Tapi itu dimanfaatkan oleh para elit politik, simpatisan yang merusak," tukas Topan.

Pihaknya kemudian menyayangkan apabila kasus tersebut tidak diusut sampai ke akar-akarnya. "Apabila Polri tidak menanggapi terkait berita hoaks sampai ke akar-akarnya, ini akan ada kata keterlanjutan. Mungkin nanti tidak hanya Ratna Sarumpaet, akan timbul hoaks-hoaks lain di media," pungkasnya. (Ysf)

Penulis:

Baca Juga