Rugikan Negara Rp 1.050 Miliar, Jaksa Tangkap Koruptor Ini di Depok

DPO 11 tahun terpidana korupsi Meryasti Tangke Padang saat ditangkap Jaksa di Tapos-Depok

Depok, Akuratnews.com- Pelarian terpidana korupsi yang rugikan negara senilai Rp.1.050 miliar Meryasti Tangke Padang hingga jadi DPO Jaksa selama 11 tahun, berakhir dan ditangkap di Kota Depok.

Penangkapan terpidana empat tahun penjara putusan Pengadilan Tinggi Makasar 13 Februari 2009 lalu itu dilakukan tim gabungan terdiri dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat dan Kejaksaan Negeri Depok pada Jumat, 9 April 2021 malam.

Terpidana yang jadi DPO Kejari Mamuju itu saat ditangkap berada di dalam rumah kontrakan di Jalan Pulo Sukatani, Tapos Kota Depok.

"Penangkapan dilakukan di rumah kontrakan terpidana di Jalan Pulo Sukatani Tapos 9 April sekira pukul 21:30 wib malam", kata Kasi Intelejen (Kasi Intel) Kejari Depok Herlangga Wisnu Murdianto Sabtu 10 April 2021.

Herlangga mengatakan proses penangkapan dilakukan setelah DPO dideteksi selama satu pekan hingga berlanjut proses penangkapan dipimpin Kajati Sulawesi Barat Jhony Manurung.

"Sudah dideteksi dari seminggu yang lalu. Seluruh personil seksi intelijen dan Pidana Khusus Kejari Depok bersama teman-teman dari Asintel Kejati Sulbar", ucap Herlangga saat dihubungi Akuratnews.com.

Dalam proses penangkapan itu, lanjut Herlangga, turut libatkan tim Adhyaksa Monitoring Centre (AMC) Kejaksaan Agung. "Tim AMC bertugas untuk menyadap komunikasi", jelasnya.

Penangkapan terpidana korupsi yang jadi DPO Kejari Mamuju selama 11 tahun itu berawal dari proses penyamaran yang dilakukan dua Jaksa Kejari Depok yakni Jaksa Intelejen Alfa Dera dan Jaksa Pidana Khusus Dimas Praja Subroto.

Jaksa Alfa Dera mengatakan dalam proses penangkapan dirinya dan Jaksa Dimas sudah berada dalam kontrakan untuk pastikan proses penangkapan berjalan lancar.

"Kami sempat sekitar dua jam berada di dalam rumah kontrakan Meryasti Tangke Padang untuk memastikan situasi kondisinya sebelum proses penangkapan berlangsung", katanya.

Saat itu, lanjut Alfa Dera, kami berdua sempat berbincang-bincang dengan suami kedua dari terpidana yang selama ini jadi DPO pihak Kejari Mamuju tersebut.

Dari data yang dihimpun, berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Makasar nomor 407/PID/2008/PT.MKS pada 13 Februari 2009 lalu menyatakan terpidana Meryasti Tangke Padang dkk telah merugikan keuangan Negara lebih kurang Rp 1.050.000.000 miliar.

Sedang, saat proses penangkapan terbagi jadi 6 enam tim Kejati Sulbar dan Kejari Depok dengan berbagai fungsi untuk mencari dan memastikan lokasi pasti keberadaan terpidana Meryasti Tangke Padang.

Tim dari Depok berdasarkan petunjuk Kajari Depok Sri Kuncoro. Personilnya terdiri dari tim Seksi Intelijen dan Pidsus.

Dari Seksi Intelejen dipimpin Kasi Intel Herlangga Wisnu Murdianto dan Seksi Pidsus dipimpin Kasi Pidsus Harry Palar.

Sedang proses penangkapan buronan selama 11 tahun terpidana korupsi yang rugikan negara Rp. 1.050 miliar itu selanjutnya dipimpin langsung Kajati Sulbar Jhony Manurung.

Penulis:

Baca Juga