Satu-satunya di Dunia, Indonesia Kini Punya KB Suntik Minim Efek Samping

BOGOR, Akuratnews.com - Inovasi terus dilakukan dokter dan ahli di bidang kandungan dan kebidanan dalam penyediaan alat kontrasepsi. Hal ini dilakukan guna terus memberikan kenyamanan bagi para akseptor Keluarga Berencana (KB) di yang jumlahnya lebih dari 26 juta pasangan.

Jika biasanya akseptor KB pengguna KB suntik wajib menemui bidan atau dokter kebidanan langganannya sekali dalam sebulan untuk melanjutkan cara kontrasepsinya.

Kini para akseptor cukup sekali dalam 3 bulan melakukan suntik ulangan tanpa harus dihantui akan efek samping.

"KB suntik cara lama banyak sekali keluhan akan efek samping. Tidak haid, jerawat hingga bertambahnya berat badan," ujar dr Ichwanul Adenin, M.Ked(OG), Sp.OG (K) dari RS Adam Malik Medan saat Sosialisasi Penelitian Suntikan KB Kombinasi Gestin F2 dan Gestin F3 di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Senin (4/2).

Di acara yang digagas Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia ( POGI) dan PT Harsen ini, Ichwanul menyebutkan, inovasi terbaru KB suntik kombinasi Gestin F2 dan F3 ini minim efek samping.

"Pasien lebih menyukai KB suntik yang lebih lama, yakni 3 bulan. Keluhannya pun lebih sedikit bila dibandingkan yang sebelumnya,” ujar Ichwanul lagi.

Sementara itu, Dwi Listyawardani, Deputi Keluarga Berencana dan dan Kesehatan Reproduksi BKKBN melihat, metode KB suntik menjadi favorit akseptor KB. Sayangnya, munculnya efek samping kerap mengganggu 'kenyamanan' pengguna KB ini.

"Tidak munculnya menstruasi membuahkan kekhawatiran, apakah pengguna KB suntik hamil atau tidak. Kekhawatiran ini juga kerap berpengaruh pada libido pengguna," paparnya.

Dengan telah ditemukan metode KB suntik tiga bulan sekali, akseptor KB semakin mendapat pilihan yang lebih beragam, selain juga tentunya faktor 'kenyamanan' tadi.

Untuk saat ini, Suntikan KB Kombinasi Gestin F2 dan Gestin F3 buatan PT Harsen ini baru masuk tahap uji klinis. Rencananya tahun ini sudah bisa dilepas ke pasaran.

“Setelah uji klinis, selanjutnya ke tahapan forna yang diketuai Kementerian Kesehatan RI, lalu sosialisasi di kalangan profesi, hingga memiliki izin edar,” imbuh Listyawardani.

lnovasi KB suntik ini juga tak main-main. Seperti diungkapkan Ilyas Arosar dari POGI, inovasi Suntikan KB Kombinasi Gestin F2 dan Gestin F3 ini baru ada di Indonesia.

"Di beberapa negara memang sudah ada 3 bulan sekali, namun hanya mengandung satu obat, bukan kombinasi dua obat. Sementara di negara lainnya yang ada kombinasi dua obat ini masih suntikan sekali sebulan," ungkap Ilyas.

Nantinya, setelah sudah dilepas ke pasaran, pemerintah tinggal mengupayakan KB suntik ini masuk dalam daftar pelayanan BPJS sehingga bisa dijangkau semua kalangan. (rianz)

Penulis:

Baca Juga