Menjawab Isu Rekonsiliasi

Tegas, Prabowo: Lebih Baik Mati Dari Pada Khianati Rakyat Indonesia

Jakarta, Akuratnews.com - Jenderal (Purn) Prabowo Subianto disebut menjadi tokoh panutan sebagian rakyat pasca pilpres 2019. Untuk itulah, Capres hasil Ijtima ulama kedua ini menegaskan lebih baik mati ketimbang berkhianat kepada rakyat Indonesia.

Pernyataan tegas Prabowo disuarakan dalam video yang diunggah Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule di Medsosnya. Video ini Sekaligus menjawab teka-teki rekonsiliasi antara Gerindra dengan Kubu Jokowi-Ma'ruf Amin.

Dalam sepekan terakhir, isu rekonsliasi antara kubu oposisi dengan kubu Jokowi-Ma'ruf menguat. Isu itu dibarengi dengan enggannya Prabowo mengucapkan kata "Selamat" kepada Pasangan Jokowi-Ma'ruf yang dimenangkan Makamah Konstitusi beberapa waktu lalu.

Namun dalam video terbaru pidato Prabowo yang diunggah Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule di akun Facebook pribadinya, seolah menjadi jawaban arah politik partai berlambang kepala Garuda.

“Jawabannya adalah bahwa Gerindra adalah membela kebenaran. Itu jawabannya. Gerindra membela kebenaran, Gerindra tidak gentar membela kebenaran dan keadilan,” tegas Prabowo dalam video yang diunggah Jumat seperti dikutip situs nasional, (12/7/2019).

Prabowo yang tampak sedang berbicara dengan para pendukungnya menegaskan bahwa Gerindra akan selalu ingat pada rakyat dan tidak pernah berkhianat. Dia juga memastikan bahwa dirinya akan memilih mati ketimbang harus mengkhianati perjuangan rakyat.

“Saya katakan kepada kalian. Lebih baik Prabowo mati daripada berkhianat kepada rakyat Indonesia,” tegasnya.

Mantan Danjen Kopassus itu mengaku tidak tergiur dengan berbagai jabatan yang disodorkan kepadanya. Dia mempersilakan jabatan-jabatan itu diambil oleh pihak lain demi menjaga diri untuk tidak mengkhianati rakyat.

“Ambil jabatan! Ambil pangkat! Ambil semuanya, ambil! Tapi kita tidak akan berkhianat kepada rakyat Indonesia,” pungkasnya. Ketegasan tanpa ragu, demikian Prabowo Subianto.

Penulis:

Baca Juga