Terlibat Narkoba, Dua Anggota Polisi Dipecat

Ilustrasi-Polisi di pecat

Bengkulu, Akuratnews.com - Dua  anggota Polres Kepahiang, Bengkulu, yakni Bripka Nopran Rivaldi (NR) dan Brigadir Asep Suiharto (AS) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) oleh Kapolda Bengkulu karena terlibat kasus narkoba.

Pemecatan kedua anggota Polri tersebut dilakukan dalam upacara di halaman Mapolres Kepahiang dan langsung dipimpin Kapolres Kepahiang, AKBP Pahala Simanjuntak, Kamis (27/09/2018) sore.

Namun, dalam upacara pemecatan tersebut, kedua polisi tersebut tidak hadir, sehingga hanya foto keduanya dihadapkan dan diambil oleh Kapolres Kepahiang.

Kapolres mengatakan, pemberhentian kedua anggota Polres Kepahiang tersebut, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kapolda Bengkulu No KEP/210/VIII/2018, tanggal 21 Agustus 2018 tentang PTDH atas nama Bripka Nopran Rivaldi yang bertugas di SPKT Polres Kepahiang, dan SK No KEP/209/VIII/2018 tanggal 21 Agustus 2018 tentang PTDH terhadap Brigadir Asep Sugiharto yang bertugas di Satuan Sabhara Polres Kepahiang.

Bripka NR terbukti secara sah berdasarkan hukum telah melanggar Pasal 12 ayat 1 huruf a PP No 1/2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri, dan Pasal 7 ayat 1 huruf b Perkap No 14/2011 tentang Kode Etik Profesi Polri karena melakukan tindak pidana narkoba.

Sedangkan Brigadir AS terbukti secara sah berdasarkan hukum telah melanggar Pasal 7 ayat 3 huruf b, Pasal 13 ayat 1 huruf d, Pasal 13 ayat 3 huruf a Perkap No 14/2011 tentang Kode Etik Profesi Polri, dan PP No 2/2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri.

Brigadir AS terbukti berdasarkan hasil tes urine positif mengonsumsi narkoba dan melawan pimpinan serta disersi selama sembilan bulan berturut turut.

"Pemecatan dua anggota Polri ini, suatu bentuk keprihatinan dan peringatan bagi kita bersama. Dua orang sekaligus personel dan rekan kita di PTDH. Keputusan ini diambil pimpinan melalui proses dan mekanisme panjang berdasarkan undang-undang yang berlaku dalam penegakan hukum," ujar Kapolres.

Kapolres berharap agar seluruh personel Polres Kepahiang, dapat merenung dan mengambil hikmah dari pemecatan dua anggota Polri secara tidak hormat tersebut, sehingga setiap anggota selalu berhati-hati dalam mengambil tindakan.

Selain itu, anggota selalu melakukan introspeksi diri agar tidak melaksanakan perbuatan yang menyimpang dari aturan dan Kode Etik Profesi Polri.

"Saya berharap anggota Polres Kepahiang, dalam bertugas, dapat menjadikan Tribrata sebagai pedoman hidup dan Catur Prasetya sebagai pedoman kerja setia anggota Polri. Semoga upacara PTDH ini sebagai yang pertama dan terakhir di kesatuan Polres Kepahiang,” kata Kapolres. (Red)

Penulis:

Baca Juga