Destinasi Wisata Unggulan

TP-PKK Sidoarjo Dorong Masyarakat Kembangkan Tanaman Obat Keluarga

Hj. Endang Achmad Zaini (kiri) saat menyampaikan sambutan dan Wiwied Ekasari (kanan) sedang memberikan materi sosialisasi pemanfaatan toga di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo. (Foto dok. Akuratnews.com).

Sidoarjo, Akuratnews.com - Indonesia dikenal sebagai penghasil obat-obat tradisional, namun sayangnya, pengobatan tradisional, saat ini sudah hampir tersingkir dengan pengobatan kimiawi. Padahal, mengkonsumsi obat kimia dalam waktu lama, bisa berdampak buruk terhadap kesehatan.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua II TP-PKK Kabupaten Sidoarjo, Hj. Endang Achmad Zaini dalam sambutannya saat membuka kegiatan bertajuk "Sosialisasi Pemanfaatan Toga" yang diikuti ratusan anggota TP-PKK Kecamatan dan Kelurahan di Sidoarjo.

"Maka itu, saya mengajak masyarakat untuk kembali menggunakan pengobatan tradisional dan melestarikan tanaman obat keluarga (toga), karena ini warisan nenek moyang kita," kata Hj. Endang Achmad Zaini di pendopo Delta Wibawa, Kamis (1/8/2019).

Menurut dia, toga adalah tanaman obat keluarga berkhasiat yang banyak dijumpai di lingkungan sekitarnya. Dibudidayakan dan dimanfaatkan masyarakat untuk kesehatan.

"Karenanya, saya berharap agar desa bersinergi dengan instansi terkait untuk mengelola dan mengembangkan toga sebagai destinasi wisata unggulan, sehingga bisa menjadi sumber daya ekonomi masyarakat," ujar istri Sekda Sidoarjo ini.

Hal senada dikemukakan Dosen Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya, Wiwied Ekasari. Menurutnya, Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya dengan tanaman obat, namun disayangkan, masyarakat jarang memanfaatkannya.

"Sebenarnya, toga itu apotik hidup. Banyak keuntungan dari tanaman obat ini. Harganya lebih murah dan mudah didapat. Bahkan, efek samping pun tak seberapa, bila dibanding obat modern," tandasnya.*

Penulis: Wachid Yulianto
Editor: Redaksi

Baca Juga