Waah! Banjir Masih Genangi Palangka Raya dan Sekitarnya

Akibat banjir jalan raya jadi sungai, di Bukit Rawi
Akibat banjir jalan raya jadi sungai, di Bukit Rawi

AKURATNEWS - Warga Komplek Jalan Danau Rangas, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengaku masih belum ‘bebas’ sepenuhnya dari banjir yang menggenangi wilayah mereka. Meski demikian, ketinggian air sekarang, tidaklah lagi seperti beberapa waktu lalu.

“Sudah lumayan surut. Kami bisa saja keluar masuk, dari rumah ke luar komplek untuk berbelanja, sekolah maupun kerja. Tapi sekitar rumah, air masih mengegnang sebatas mata kaki,” tutur Handayani, warga setempat, seraya memperlihatkan genangan banjir dengan air berwarna kemerahan di seputaran rumahnya, melalui video di WhatsApp, Kamis, 23 September 2021.

Wulandari, tetangga Handayani, mengatakan hal serupa. Namun mereka berdua mengaku bersyukur, bahwa semua warga di komplek maupun di luar komplek mendapatkan bantuan dari Pemkot Palangka Raya melalui Badan Penanggulangan Bencana setempat, berupa paket sembako. Ada beras, minyak goreng, bumbu masak dan beberapa barang pokok lainnya.

“Terimakasih, Pak Walikota. Setidaknya, ini adalah bentuk perhatian pada kami,” ucap mereka nyaris senada.

Suasana lebih parah ditunjukkan di Bukit Rawi, yang masuk di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, dekat Palangka Raya.

Kendaraan dari dua arah, baik yang dari arah Palangka Raya maupun sebaliknya, semakin sulit bergerak lantaran air makin dalam. Diduga kuat, hujan deras beberapa hari ini, makin menambah debit air.

“Tahun ini sepertinya parah, Mas. Saya sudah enam jam di sini. Kehujanan. Untung dalam mobil, dan untungnya lagi ada tukang pentol bakso berjualan dekat-dekat ujung jalan. Tapi yang paling untung ya memang tukang petahukelotok. Panen mereka,”: celetuk Fahri, seorang sopir travel jurusan Tamiang Layang (Kabupaten Barito Timur) – Kota Palangka Raya PP, yang juga dihubungi melalui telepon, seraya tertawa.

Beberapa petugas juga diterjunkan untuk mengamankan arus lalu lintas, bersama sejumlah penjual jasa pandu dengan tarif seikhlasnya, sehingga arus lalin pun dapat terselamatkan.

Meskipun, tetap pelik mengingat ada juga kendaraan kelas berat seperti trailer bermuatan dan truk gandeng yang mogok.

Dan yang lebih parah adalah mobil city car bertransmisi automatic, yang jelas akan konyol bila nekat melintas.

“Wah, tak cukup Rp 5 juta memperbaiki mesin matic-nya! Makanya kami menyarankan bagi teman-teman pengemudi kendaraan roda empat, sebaiknya menggunakan mobil yang cukup tinggi dan bertransmisi manual saja. Atau lebih aman lagi, berspeda motor, karena bisa diangkut memakai perahu kelotok,: imbuh Fahri diiyakan beberapa pengemudi yang sama-sama mengantri.***

Penulis: Iwan Prast

Baca Juga